Final Dramatis, SDN Jambean 02 Pati dan SD Unggulan Muslimat NU Juara MLSC Kudus

Abdul Rochim • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:03 WIB
PERTAHANKAN: Pertandingan final MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 1 2026 - 2027  KU 10 antara SDN Jambean 02 Pati (jersey hijau) melawan MI NU Baitul Mukminin (jersey putih) di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (18/10).
PERTAHANKAN: Pertandingan final MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 1 2026 - 2027 KU 10 antara SDN Jambean 02 Pati (jersey hijau) melawan MI NU Baitul Mukminin (jersey putih) di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (18/10).

KUDUS – Dua pertandingan final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Kudus Seri 1 2026–2027 berlangsung dramatis.

SDN Jambean 02 Pati merebut gelar juara kelompok usia (KU) 10 setelah menang tipis 5-4 atas MI NU Baitul Mukminin. 

Sementara itu, SD Unggulan Muslimat NU menjuarai KU 12 usai menaklukkan SDN Karangsono 2 Mranggen dengan skor yang sama, Minggu (18/10).

Turnamen yang berlangsung di Supersoccer Arena dan Lapangan Rendeng, Kudus, pada 13–18 Oktober 2026 tersebut diikuti 1.672 atlet putri dari 100 sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI).

Baca Juga: Kudus Rebut Trofi MLSC All Stars , Ini Highlite Kemenangannya

 Jumlah peserta meningkat dibandingkan seri sebelumnya yang diikuti 1.391 pemain.

Sebanyak 13 sekolah dari Kudus dan daerah sekitarnya juga tercatat baru berpartisipasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Kudus Anggun Nugroho mengapresiasi meningkatnya minat siswi terhadap sepak bola putri.

Pihaknya berkomitmen memperluas sosialisasi ke sekolah-sekolah agar lebih banyak anak mendapat kesempatan mengembangkan bakat di cabang olahraga tersebut.

“Harapannya, ini bisa lebih memotivasi atlet dan sekolah-sekolah untuk berlatih lebih giat, agar ke depannya Kudus bisa melahirkan pesepak bola andal yang memperkuat Timnas Putri Indonesia,” ujarnya.

Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation Satia Chandra Wiguna menilai antusiasme peserta juga mendapat dorongan dari penampilan Timnas Putri Indonesia di Srikandi Merdeka Cup 2026.

Selain itu, keberhasilan alumni MLSC Kudus, Asyifa Sholawa Farizqi, menembus Timnas Putri U-17 menjadi inspirasi bagi para pemain muda.

“Harapannya, dari MLSC Kudus akan lahir Asyifa-Asyifa baru yang juga bermain di Timnas Putri Indonesia,” katanya.

Syafa Cetak 35 Gol, Jambean Bangkit dari Ketertinggalan

Final KU 10 menyajikan pertarungan ketat. SDN Jambean 02 Pati sempat tertinggal 1-3 dari MI NU Baitul Mukminin sebelum Syafa Ainun Habibah mencetak tiga gol beruntun untuk mengubah kedudukan menjadi 4-4.

Gol penentu kemenangan Jambean tercipta menjelang pertandingan berakhir melalui gol bunuh diri pemain lawan.

Hasil tersebut memastikan SDN Jambean 02 Pati keluar sebagai juara dengan skor akhir 5-4.

Penampilan Syafa menjadi sorotan sepanjang turnamen. Pemain tersebut juga menyabet gelar top skor KU 10 dengan koleksi 35 gol.

Pelatih SDN Jambean 02 Pati Muhammad Hidayat mengapresiasi semangat juang anak asuhnya yang tetap berusaha mengejar ketertinggalan hingga berhasil membalikkan keadaan.

“Walaupun tadi sempat tertinggal 3-1, mereka tidak patah semangat, justru bisa membalikkan keadaan,” ujarnya.

Ghaitsa Borong Empat Gol di Final KU 12

Drama serupa terjadi pada partai final KU 12. SD Unggulan Muslimat NU mengalahkan SDN Karangsono 2 Mranggen dengan skor 5-4, berkat penampilan gemilang Ghaitsa Luffi Arachman yang mencetak empat gol.

Perjalanan Ghaitsa tidak sepenuhnya mulus. Dia sempat melakukan kesalahan yang berujung gol bunuh diri.

Namun, pemain tersebut mampu bangkit dan kembali berkontribusi hingga membawa timnya meraih gelar juara.

Pelatih SD Unggulan Muslimat NU Ahmad Yusuf mengatakan perubahan strategi dengan menempatkan pemain lebih dekat ke lini depan membuat timnya lebih efektif menghadapi tekanan lawan.

Ghaitsa mengaku senang bisa membantu tim meraih gelar juara sekaligus menebus kesalahannya di lapangan.

“Senang banget bisa bantu kemenangan tim karena ini pertama kali kami juara dan senang juga bisa tanggung jawab atas kesalahan yang saya buat,” kata Ghaitsa.

Pelatih Kepala MLSC Kudus Yayat Hidayat menyebut turnamen tersebut menjadi kesempatan untuk menjaring bibit pesepak bola putri sejak usia dini.

Kudus yang berstatus juara bertahan MLSC All-Stars selama dua tahun berturut-turut menargetkan kembali meraih gelar pada 2027.

Selain kompetisi KU 10 dan KU 12, MLSC Kudus Seri 1 2026–2027 juga menghadirkan Festival SenengSoccer KU 8.

Kegiatan tersebut diikuti 288 siswi dari 38 SD dan MI yang belajar teknik dasar sepak bola melalui permainan interaktif tanpa pertandingan kompetitif. (*)

Editor : Abdul Rochim
MilkLife Soccer Challenge Kudus SDN Jambean 02 Pati SD Unggulan Muslimat NU Syafa Ainun Habibah Ghaitsa Luffi Arachman