KUDUS – Persiku Kudus kembali gagal membawa pulang poin setelah takluk 1-5 dari Sumsel United pada lanjutan kompetisi di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Sabtu (10/10/2026).
Kekalahan ini menyoroti persoalan kebugaran pemain yang dinilai belum teratasi.
Dalam pertandingan tersebut, Persiku sempat mencoba tampil lebih terorganisasi dengan pendekatan taktik baru.
Namun, situasi berubah setelah turun minum. Gawang Macan Muria kebobolan empat gol pada babak kedua, mulai menit ke-46 hingga menit ke-85.
Baca Juga: Sumsel United vs Persiku Kudus 5-1 : Macan Muria Kalah Empat Kali Beruntun
Laga melawan Sumsel United sekaligus menjadi debut Bambang Pujo sebagai pelatih interim Persiku.
Ia mengambil alih tim setelah Kahudi Wahyu dialihfungsikan menjadi direktur teknik klub.
Bambang mencoba membawa perubahan melalui skema 4-2-3-1 yang mengandalkan serangan balik cepat.
Strategi tersebut sempat berjalan cukup baik pada babak pertama, tetapi Persiku kesulitan mempertahankan intensitas permainan setelah jeda.
Bambang mengakui kondisi fisik pemainnya menurun drastis pada paruh kedua pertandingan.
“Di babak kedua, jujur secara fisik anak-anak habis,” tutur Bambang Pujo seusai pertandingan.
Menurut dia, persoalan kebugaran bukan satu-satunya kendala yang dihadapi tim.
Sejumlah pemain juga mengalami gangguan pernapasan yang diduga berkaitan dengan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar stadion.
“Saya juga ngomong ke wasit, masuk locker room banyak pemain Kudus yang sesak dan matanya juga pedes gitu (efek asap karhutla),” tambahnya.
Kondisi tersebut disebut menambah kesulitan pemain Persiku ketika harus mempertahankan konsentrasi dan intensitas permainan.
Meski demikian, kabut asap merupakan faktor yang disampaikan pelatih dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab langsung kekalahan.
Di sisi lain, Sumsel United mampu memanfaatkan kelemahan Persiku pada babak kedua.
Empat gol tambahan membuat tim tuan rumah menutup pertandingan dengan kemenangan telak 5-1.
Persiku Masih Terpuruk
Kekalahan dari Sumsel United memperpanjang catatan buruk Persiku Kudus.
Berdasarkan data dalam laporan pertandingan, Macan Muria berada di dasar klasemen Grup Barat dengan minus satu poin setelah menjalani lima laga, dengan rincian satu kali imbang dan empat kekalahan beruntun.
Situasi tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi Bambang Pujo dan tim pelatih.
Perbaikan kebugaran, organisasi pertahanan, serta kemampuan menjaga konsistensi selama 90 menit menjadi aspek yang perlu diperhatikan.
Kompetisi masih berjalan, tetapi Persiku harus segera mencari solusi agar tidak terus kehilangan poin.
Jika kelemahan pada babak kedua berulang, upaya keluar dari zona bawah klasemen akan semakin berat. (*)