RADARPATI.JAWAPOS.COM - Pelatih Tim Nasional Indonesia, John Herdman, membeberkan rencana penambahan amunisi baru lewat jalur naturalisasi pemain diaspora demi mematangkan kedalaman skuad Garuda.
Langkah strategis ini disiapkan secara khusus untuk menghadapi persaingan ketat pada gelaran Piala Asia 2027 yang akan berlangsung mulai Januari 2027 mendatang.
Baca Juga: Apa Target Realistis Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?
Meskipun telah memiliki kerangka tim yang sukses menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026, juru taktik asal Inggris tersebut menilai penambahan kualitas pemain tetap dibutuhkan agar variasi taktik dan formasi tim dapat berkembang optimal di level Asia.
Berburu Winger Cepat Berkarakter Nomor 7 dan 11
Dalam sesi wawancara bersama Liputan6, Herdman mengungkapkan bahwa fokus utama perburuan pemain diaspora saat ini berada di sektor depan, khususnya posisi sayap (winger) yang identik dengan nomor punggung 7 dan 11.
Standar Kecepatan Dunia
Mengacu pada pengalamannya saat melatih Timnas Kanada bersama pemain seperti Alphonso Davies, Herdman menegaskan bahwa sepak bola tingkat dunia membutuhkan pemain sayap dengan kemampuan lari mencapai 36 km/jam atau lebih.
Kebutuhan Skuad
Saat ini posisi tersebut diisi oleh pemain seperti Marselino Ferdinan (yang sedang dibekap cedera), Egy Maulana Vikri, serta Ragnar Oratmangoen. Penambahan pemain baru diproyeksikan memberikan opsi yang lebih eksplosif dan dinamis.
Baca Juga: Rencana Timnas untuk Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2030
Dua Calon Pemain Diaspora dalam Radar
Herdman mengonfirmasi bahwa pihak kepelatihan tengah berupaya memproses dua calon pemain keturunan baru, meski mengakui adanya sejumlah tantangan administrasi dalam proses perekrutannya.
Pilihan Profil
Kendati nama resmi belum diumumkan secara terbuka, spekulasi menguat pada dua sosok pemain diaspora di sektor penyerangan, yakni Julian Oerip dan Demiane Agustien. Kedua pemain ini dinilai memenuhi kriteria sebagai pemain sayap kiri atau gelandang serang yang eksplosif.
Penambahan elemen kecepatan di sektor sayap ini menjadi pekerjaan rumah utama jajaran kepelatihan Timnas Indonesia agar mampu tampil kompetitif saat bersaing di panggung Asia. (*)
Editor : Zakarias Fariury