RADARPATI.JAWAPOS.COM - Sukses mengakhiri dahaga trofi selama 35 tahun lewat mahkota FIFA ASEAN Cup 2026 tak lantas membuat Tim Nasional Indonesia bisa berfoya-foya.
Di mata pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro, keberhasilan menumbangkan Thailand via adu penalti 4-2 (skor imbang 2-2 hingga extra time) di SUGBK, Senin (5/10/2026) lalu, baru merupakan babak pembuka dari peta jalan panjang Skuad Garuda.
Baca Juga: 2 Pemain Baru yang Siap Gabung Timnas Indonesia Jelang Piala Asia 2027?
Luciano menilai sentuhan juru taktik asal Inggris, John Herdman, telah mentransformasi karakter permainan Merah Putih dari yang tadinya bertumpu pada skill individu menjadi kolektivitas yang rapi dan terukur.
Sistem Kolektif dan Perubahan Mentalitas
"John Herdman menghadirkan fondasi permainan yang sangat jelas, baik dari sisi organisasi taktik maupun penguatan mental bertanding," ungkap Luciano.
"Pendekatannya membuktikan bahwa tim ini tidak lagi bergantung pada aksi perorangan. Indonesia kini punya struktur yang solid, cermat saat membangun serangan, dan disiplin sewaktu kehilangan bola."
Keberhasilan terbesar Herdman, lanjut Luciano, terletak pada kemampuannya menanamkan keandalan taktik yang dipatuhi secara penuh oleh para pemain.
Baca Juga: Pascal Struijk Masuk Daftar Pemain Timnas Jelang Piala Asia 2027?
"Ada keberanian untuk menerapkan pressing tinggi tanpa mengorbankan kedalaman lini belakang. Yang paling krusial, Herdman sukses membuat seluruh anggota tim percaya penuh pada sistem kerjanya. Kepercayaan itulah yang mendongkrak level permainan secara keseluruhan," tambahnya.
Lompatan Ekspektasi Menuju Panggung Asia
Dengan bertambahnya koleksi trofi di lemari PSSI, konsekuensi logis yang mengekor adalah meroketnya ekspektasi publik. Luciano menegaskan bahwa ujian sesungguhnya bagi kepelatihan Herdman berada di panggung putaran final Piala Asia 2027 Arab Saudi mendatang.
"Tugas Herdman baru saja dimulai. Merengkuh takhta di Asia Tenggara itu luar biasa, tetapi tantangan sebenarnya adalah mereplikasi konsistensi tersebut saat menghadapi raksasa-raksasa Asia," jelas Luciano.
"Pesan paling berharga dari kemenangan di Jakarta kemarin adalah perubahan paradigma: Timnas Indonesia kini bertanding bukan sekadar untuk meramaikan persaingan, melainkan turun ke lapangan dengan mentalitas sang juara," tutupnya. (*)
Editor : Zakarias Fariury