RADARPATI.JAWAPOS.COM - Pesta kemenangan di Jakarta telah usai. Keberhasilan menundukkan Thailand lewat adu penalti 4-2 (skor imbang 2-2 hingga extra time) pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Senin (5/10/2026), resmi menjadi lembaran sejarah baru.
Kini, Tim Nasional Indonesia mengalihkan pandangan ke tantangan yang lebih berat: putaran final Piala Asia 2027 di Arab Saudi.
Pelatih kepala John Herdman tidak membuang waktu. Berada di Grup F bersama raksasa Asia Jepang, juara bertahan Qatar, dan rival akrab Thailand, juru taktik asal Inggris itu menyadari betul bahwa materi pemain saat ini perlu dinaikkan levelnya.
Baca Juga: Timnas Indonesia Tambah Pemain Naturalisasi Baru, Untuk Piala Asia 2027
Rencana Perombakan dan Agenda Uji Coba
Persiapan menuju turnamen yang bergulir pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027 di Jeddah dan Khobar tersebut diwarnai rencana perombakan komposisi tim.
Herdman memberi sinyal kuat akan memanggil deretan amunisi baru dalam kurun waktu enam bulan ke depan, sembari menyambut pulihnya kapten tim, Jay Idzes, yang terpaksa absen di ASEAN Cup.
Sebagai pemanasan, Merah Putih dijadwalkan melakoni dua laga uji coba berbobot pada agenda FIFA Matchday November 2026, dengan Yordania berada dalam daftar calon lawan.
Baca Juga: Daftar Lengkap Pembagian Grup Piala Asia 2027
Menakar Rumor Pascal Struijk
Di tengah rencana penambahan pemain diaspora, spekulasi mengenai Pascal Struijk kembali mencuat. Bek berusia 26 tahun yang baru saja memindahkan kariernya dari Leeds United ke Brighton & Hove Albion lewat kontrak lima tahun pada Juni 2026 itu memang memiliki garis keturunan Indonesia.
Secara regulasi FIFA, Struijk belum mengantongi caps di tim senior Belanda. Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi baik dari pihak PSSI maupun sang pemain terkait proses naturalisasi. Statusnya di sekitar Timnas Indonesia masih sebatas rumor transfer yang belum terkonfirmasi.
Rincian Pemasukan Trofi ASEAN
Selain trofi juara, kesuksesan di FIFA ASEAN Cup 2026 melipatgandakan kas PSSI. Berdasarkan pembaruan laporan pasca-turnamen, total potensi pundi-pundi yang diraih Indonesia mencapai Rp 13,8 miliar, yang terdiri dari:
Hadiah Utama Kampiun: USD 650.000 (sekitar Rp 11,6 miliar).
Uang Partisipasi Turnamen: Sekitar Rp 2,2 miliar.
Suntikan dana serta modal kepercayaan diri usai memenangi ajang regional ini menjadi fondasi awal bagi Herdman untuk membentuk skuad tangguh demi melangkah jauh di pentas benua. (*)
Editor : Zakarias Fariury