RADARPATI.JAWAPOS.COM - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) bersiap merombak total format kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia melalui kompetisi baru bertajuk AFC Nations League.
Menurut laporan ESPN, turnamen terintegrasi ini direncanakan resmi bergulir pada 2030 dengan menerapkan sistem tiga kasta serta mekanisme promosi-degradasi berkala.
Baca Juga: Rnking FIFA Timnas Indonesia Naik Lagi, Ini Posisi Terbaru
Format baru ini dirancang tanpa pembagian zona geografis guna menghindari ketimpangan persaingan, serta terintegrasi langsung dengan kualifikasi turnamen mayor untuk menekan biaya dan menyesuaikan kalender internasional.
Structure Pembagian Kasta dan Mekanisme Promosi-Degradasi
Kasta 1 (League A): Dihuni 18 negara papan atas Asia.
Kasta 2 (League B): Dihuni 18 negara kelas menengah.
Kasta 3 (League C): Dihuni 11 negara tersisa yang terbagi ke dalam 3 grup.
Sistem Promosi & Degradasi: Berlangsung setiap 2 tahun sekali. Dua tim terbawah di setiap kasta otomatis terdegradasi, digantikan dua tim teratas kasta di bawahnya. Sementara 4 tim peringkat berikutnya akan berlaga di babak playoff promosi-degradasi.
Baca Juga: Daftar Lengkap Pembagian Grup Piala Asia 2027
Jalur Kelolosan ke Piala Dunia dan Piala Asia
Kualifikasi Piala Dunia (Mulai Edisi 2032-2033):
Bertanding 12 kali (6 kandang & 6 tandang) di Kasta 1.
Peringkat 1–6 (Kasta 1): Otomatis lolos ke putaran final Piala Dunia.
Peringkat 7–10 (Kasta 1): Bertanding di babak playoff liga 1 putaran untuk memperebutkan 2 tiket tersisa (+ 1 tiket playoff antarkonfederasi).
Kualifikasi Piala Asia (Mulai Edisi 2030, Turnamen Digeser ke 2032):
Seluruh 18 tim Kasta 1 dan 6 tim teratas Kasta 2 dipastikan lolos langsung ke putaran final Piala Asia (total 24 negara).
8 tim teratas Kasta 1 berhak melaju ke fase gugur (quarter-finals) untuk memperebutkan trofi juara AFC Nations League.
Tahap Uji Coba (Pilot Project 2028-2029)
Sebelum berjalan penuh pada 2030, AFC akan menguji coba format ini pada periode 2028–2029. Penentuan kasta awal tidak menggunakan peringkat FIFA, melainkan mengacu pada hasil kualifikasi gabungan sebelumnya agar distribusi tim lebih adil. (*)
Editor : Zakarias Fariury