RADARPATI.JAWAPOS.COM – Kekalahan telak 0-6 dari Malaysia membawa konsekuensi berat bagi Timnas Singapura.
The Lions dipastikan turun kasta ke Divisi II pada gelaran FIFA ASEAN Challenge Cup edisi berikutnya.
Hasil tersebut menjadi akhir perjalanan Singapura di Divisi I. Kekalahan dari Malaysia juga terjadi dalam pertandingan yang diwarnai dugaan kecurangan.
Singapura bukan satu-satunya tim yang terdegradasi. Filipina juga harus turun ke Divisi II setelah mengakhiri persaingan di posisi ketiga Grup B.
Baca Juga: Ole Romeny Bawa Jersey Marselino Saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Sementara itu, Kamboja berhasil memperoleh tiket promosi ke Divisi I. Kamboja mengamankan status runner-up Divisi II meski kalah 0-2 dari Hong Kong pada pertandingan final.
Regulasi Promosi-Degradasi
Sesuai regulasi FIFA ASEAN Cup 2026, tim yang menempati posisi terbawah di masing-masing grup Divisi I semestinya menjadi penghuni zona degradasi.
Namun, terdapat pengecualian karena Bangladesh dan Pakistan merupakan tim undangan dari luar kawasan Asia Tenggara.
Bangladesh menempati posisi terbawah Grup A, sedangkan Pakistan berada di dasar klasemen Grup B. Kedua tim tersebut tidak dihitung dalam alokasi promosi dan degradasi.
Dengan demikian, Singapura yang finis di peringkat ketiga Grup A ditetapkan sebagai salah satu tim yang turun kasta. Filipina dengan posisi ketiga Grup B juga mengalami nasib serupa.
Format Baru FIFA ASEAN Cup
FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi edisi perdana dengan format dua divisi. Pertandingan Divisi I berlangsung di Indonesia, sedangkan Hong Kong menjadi tuan rumah Divisi II.
Divisi I diikuti delapan tim yang terbagi ke dalam dua grup.
Grup A: Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Bangladesh.
Grup B: Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan.
Keikutsertaan Bangladesh, Pakistan, dan Hong Kong merupakan bagian dari skema kompetisi yang melibatkan tim undangan dari luar Asia Tenggara.
Bangladesh menggantikan India yang mengundurkan diri, sedangkan Pakistan masuk setelah Tiongkok menolak undangan.
Format tersebut diterapkan untuk meningkatkan kualitas serta persaingan sepak bola dalam kompetisi regional Asia Tenggara. (*)
Editor : Abdul Rochim