PROFIL Emil Audero: Jadi Pahlawan Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Abdul Rochim • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 10:00 WIB
Kiper timnas Indonesia Emil Audero.
Kiper timnas Indonesia Emil Audero.

JAKARTA – Emil Audero menjadi salah satu nama yang paling disorot setelah Timnas Indonesia memastikan diri sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Kiper kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, itu tampil tenang dalam situasi penuh tekanan ketika final menghadapi Thailand harus diselesaikan melalui adu penalti.

Indonesia bermain imbang 2-2 dengan Thailand hingga dua kali extra time. Drama kemudian berlanjut ke titik putih.

Baca Juga: Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti

Emil menjalankan perannya dengan baik. Ia berhasil menggagalkan salah satu eksekusi penalti pemain Thailand.

Penyelamatan tersebut menjadi salah satu momen penting yang membantu Indonesia memenangi adu penalti dengan skor 4-2 sekaligus mengamankan trofi FIFA ASEAN Cup 2026.

Namun, di balik keberhasilannya menjadi pahlawan di SUGBK, Emil memiliki perjalanan karier yang panjang di Eropa.

Lahir di Mataram, Tumbuh di Italia

Emilio Audero Mulyadi merupakan nama lengkap Emil Audero. Ia lahir di Mataram pada 18 Januari 1997.

Emil memiliki ayah berdarah Indonesia dan ibu asal Italia. Ketika masih berusia sekitar satu tahun, keluarganya pindah ke Italia.

Ia kemudian tumbuh di Cumiana, kawasan yang berada tidak jauh dari Turin. Di sanalah bakat Emil sebagai penjaga gawang mulai berkembang.

Pada usia 11 tahun, Emil bergabung dengan akademi Juventus. Ia menjalani proses pembinaan di klub raksasa Italia tersebut sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan masuk ke tim senior.

Dengan postur mencapai 192 sentimeter, Emil memiliki modal fisik yang ideal untuk seorang penjaga gawang.

Memulai Karier Profesional di Juventus

Emil mencatat debut Serie A bersama Juventus pada 27 Mei 2017 ketika menghadapi Bologna.

Kesempatan bermain reguler di Juventus memang sulit didapatkan karena persaingan di posisi penjaga gawang sangat ketat.

Setelah mencatat satu penampilan di Serie A pada musim 2016/2017, Emil kemudian dipinjamkan ke Venezia.

Bermain di Serie B membuatnya mendapatkan kesempatan tampil lebih banyak. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perkembangan kariernya sebelum bergabung dengan Sampdoria.

Menjadi Andalan Sampdoria

Karier Emil berkembang pesat ketika memperkuat Sampdoria.

Ia mendapatkan kepercayaan sebagai penjaga gawang utama dan tampil reguler di Serie A. Bahkan, jumlah penampilannya mencapai puluhan pertandingan dalam beberapa musim.

Emil mencatat 36 penampilan pada musim 2018/2019. Jumlah yang sama kembali dibukukannya pada musim berikutnya.

Pada musim 2020/2021, ia tampil dalam 37 pertandingan Serie A bersama Sampdoria.

Periode tersebut membuat Emil semakin matang sebagai penjaga gawang sekaligus memperkuat reputasinya di kompetisi sepak bola Italia.

Sempat Memperkuat Inter Milan

Perjalanan Emil kemudian berlanjut ke Inter Milan.

Pada musim 2023/2024, ia bergabung dengan Inter dengan status pinjaman dari Sampdoria.

Persaingan di klub sebesar Inter membuat menit bermain Emil tidak sebanyak ketika membela Sampdoria.

Namun, berada di lingkungan klub papan atas Italia menjadi pengalaman berharga bagi sang kiper.

Setelah itu, Emil melanjutkan kariernya bersama Como dan menjalani sejumlah masa peminjaman.

Ia juga tercatat pernah memperkuat Palermo dan Cremonese. Pada musim 2026/2027, perjalanan kariernya berlanjut di Spanyol bersama Rayo Vallecano.

Pernah Membela Italia

Sebelum akhirnya memilih Indonesia, Emil sudah cukup lama menjadi bagian dari sistem sepak bola Italia.

Ia membela Italia sejak kelompok usia U-15 hingga U-21.

Emil tercatat memperkuat Italia U-16, U-17, U-18, U-19, U-20 dan U-21. Pada 2017, ia menjalani debut bersama Italia U-21 ketika menghadapi Slovenia.

Pengalaman tersebut membuat Emil memahami atmosfer pertandingan internasional sejak usia muda.

Namun, hubungan dengan Indonesia membuat perjalanan karier internasionalnya kemudian berubah.

Memilih Merah Putih

Pada 10 Maret 2025, Emil resmi memperoleh kembali kewarganegaraan Indonesia.

Langkah tersebut membuka jalan baginya untuk memperkuat Timnas Indonesia di level senior.

Emil kemudian menjalani debut bersama Garuda pada 5 Juni 2025 ketika Indonesia menghadapi China.

Sejak saat itu, Emil menjadi salah satu pilihan di bawah mistar Timnas Indonesia.

Pengalamannya bermain di Eropa menjadi modal tersendiri, terutama ketika menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi.

Dari Mataram ke Puncak Asia Tenggara

Perjalanan Emil akhirnya mencapai salah satu titik tertinggi ketika Indonesia menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026.

Pertandingan berlangsung sengit hingga 120 menit. Kedua tim harus puas bermain imbang 2-2 sehingga pemenang ditentukan melalui adu penalti.

Dalam situasi tersebut, peran penjaga gawang menjadi sangat penting.

Emil berhasil membaca salah satu arah tendangan pemain Thailand dan melakukan penyelamatan.

Sementara empat eksekutor Indonesia, Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattinama, sukses menjalankan tugas mereka.

Indonesia akhirnya menang 4-2 dalam adu penalti.

Garuda pun mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026.

Bagi Emil, keberhasilan tersebut menjadi penanda perjalanan panjangnya.

Lahir di Mataram, tumbuh dan ditempa dalam sistem sepak bola Italia, kemudian berkarier di sejumlah klub Eropa, sebelum akhirnya menjadi bagian dari kesuksesan Indonesia.

Satu penyelamatan di titik putih membuat nama Emil Audero semakin lekat dengan sejarah gelar Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. (*)

Editor : Abdul Rochim
Emil Audero fifa asean cup 2026 Indonesia vs Thailand Timnas Indonesia adu penalti