RADARPATI.JAWAPOS.COM - Kekalahan telak 0-6 dari Malaysia pada laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (1/10/2026), membawa dampak beruntun bagi Tim Nasional Singapura.
Selain kehilangan poin dalam pembaruan peringkat FIFA, tim berjuluk The Lions tersebut resmi terdegradasi ke Divisi II untuk edisi ajang empat tahunan berikutnya.
Baca Juga: Kenapa Timnas Singapura Dihukum Degradasi FIFA dan Dikecam Suporter?
Skor mencolok tersebut menjadi kekalahan terburuk Singapura dari Malaysia sejak 1978. Hasil buruk ini juga memicu sorotan tajam dan rumor match-fixing di media sosial, lantaran Malaysia sedang bersaing ketat dengan Indonesia dalam perebutan tiket final.
Sorotan Pengamat dan Banting Bantahan Pelatih
Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan (Bung Ropan), menilai performa Singapura dalam laga tersebut sangat tidak wajar.
Mengingat status Singapura sebagai pemilik empat gelar juara Piala AFF, kekalahan enam gol tanpa balas memicu tanda tanya besar.
"Kejanggalan dari Singapura ini perlu diusut. Semoga FIFA melihat, me-review pertandingan ini dan menginvestigasi jika ada yang tidak beres," tegas Bung Ropan melalui saluran YouTube pribadinya, Jumat (2/10/2026).
Baca Juga: Alasan Timnas Singapura Dihukum Degradasi FIFA Karena Kalah 6-0?
Menanggapi tudingan sengaja mengalah, pelatih Singapura Gavin Lee secara tegas membantah spekulasi tersebut. Ia menyatakan anak asuhnya memahami betul bobot pertandingan dan tidak pernah menganggap remeh lawan.
"Setiap pertandingan yang kami jalani, kami tidak pernah meremehkan konteksnya. Namun sayangnya hari ini kami tidak cukup mampu bangkit mencapai level tersebut," ujar Lee.
Terdegradasi Akibat Aturan Khusus Tim Tamu
Turun kasta yang dialami Singapura tak lepas dari regulasi khusus format anyar FIFA ASEAN Cup. Turnamen edisi perdana yang digelar di Indonesia (Divisi I) dan Hong Kong (Divisi II) ini menerapkan skema promosi-degradasi untuk setiap episodenya.
Secara klasemen akhir, posisi juru kunci Grup A diduduki Bangladesh, sementara dasar klasemen Grup B diisi Pakistan.
Namun, lantaran kedua negara berstatus sebagai tim undangan dari luar kawasan Asia Tenggara, posisi mereka diabaikan dalam penentuan promosi-degradasi.
Akibat aturan tersebut, Singapura yang finis di posisi ketiga Grup A dianggap sebagai tim peringkat terbawah kawasan, mendampingi Filipina di posisi ketiga Grup B untuk terdegradasi ke Divisi II.
Sementara itu, Kamboja berhak promosi ke Divisi I usai menyabet status runner-up Divisi II di bawah Hong Kong.
Kemenangan Malaysia Tetap Sia-sia
Meskipun sukses memberondong gawang Singapura enam kali lewat hattrick Bergson da Silva (8' pen., 62', 90+3'), serta gol Stuart Wilkin (26'), Paulo Josue (76'), dan Syahir Bashah (87'), kemenangan tersebut gagal membawa Malaysia melenggang ke partai puncak.
Pada laga lain yang bergulir bersamaan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Indonesia melibas Bangladesh dengan skor 9-2.
Meski Indonesia dan Malaysia sama-sama mengemas tujuh poin dan selisih gol +9, Skuad Garuda berhak melaju ke final menghadapi Thailand karena mengungguli Malaysia dalam produktivitas gol (11 gol berbanding 9 gol).
Poin Ranking FIFA Anjlok
Kekalahan besar ini turut memperburuk catatan The Lions di tabel peringkat dunia. Berdasarkan live ranking FIFA per Sabtu (3/10/2026), Singapura harus kehilangan 4,74 poin.
Posisinya melorot ke peringkat 149 dunia dari yang sebelumnya menempati urutan ke-148 dengan koleksi 1.057,95 poin. (*)
Editor : Zakarias Fariury