RADARPATI.JAWAPOS.COM – Persiku Kudus mendapat tambahan modal penting sebelum menghadapi PSGC Ciamis dalam lanjutan Liga Championship 2026/2027.
Skuad yang lebih lengkap membuat pelatih Kahudi Wahyu memiliki banyak opsi untuk meracik strategi.
Persiku dijadwalkan menghadapi PSGC di Stadion Sultan Agung, Bantul, sore ini pukul 15.30 WIB.
Baca Juga: Persiku Kudus Berdalih Tak Dapat Izin Keamanan
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Macan Muria untuk memburu kemenangan pertama musim ini.
Persiku saat ini masih berada di posisi terbawah klasemen dengan koleksi minus satu poin.
Karena itu, tambahan tiga poin menjadi target penting untuk mengangkat posisi sekaligus memperbaiki kepercayaan diri tim.
Kahudi memiliki keuntungan karena tidak ada pemainnya yang dipastikan absen.
Kondisi tersebut membuatnya lebih leluasa menentukan komposisi pemain maupun skema permainan.
Tiga pemain asing Persiku juga berpeluang tampil bersamaan sejak awal pertandingan.
Vitor Freitas menjadi tambahan kekuatan setelah sebelumnya belum bisa dimainkan.
Gelandang serang tersebut berpotensi menjalani debut bersama Macan Muria.
Sementara itu, Ivan Veras dan Willian Correia sudah lebih dahulu merasakan atmosfer pertandingan bersama Persiku.
Pilihan di sektor depan juga semakin beragam.
Kehadiran Marinus Wanewar dan Muntasir Osman memberikan alternatif baru bagi Kahudi untuk mendampingi Ivan Veras maupun Muhammad Isa.
Kondisi tersebut memungkinkan Persiku meninggalkan ketergantungan terhadap skema satu penyerang yang digunakan dalam dua pertandingan sebelumnya.
Variasi di lini depan diharapkan mampu meningkatkan ketajaman tim.
Maklum, Persiku baru mencetak satu gol dalam dua pertandingan yang telah dijalani.
Di sisi lain, persoalan pertahanan juga masih menjadi pekerjaan rumah karena gawang Persiku sudah tujuh kali kebobolan.
Dengan komposisi pemain yang lebih lengkap, Kahudi memiliki peluang mengubah pendekatan permainan.
Skema tiga bek masih bisa dipertahankan, tetapi formasi 3-4-1-2 maupun 4-4-2 juga menjadi opsi.
Persiku tetap perlu mewaspadai kekuatan PSGC. Striker Ezequiel Ndouasel menjadi ancaman utama setelah mengemas tiga gol dalam tiga pertandingan bersama Laskar Singacala.
Kreativitas Johan Bonilla juga patut diperhatikan. Pergerakannya di sektor serangan berpotensi membuka ruang dan menciptakan peluang bagi lini depan PSGC.
Kahudi menyadari pertandingan tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu, tetapi juga kemampuan masing-masing tim menjalankan rencana permainan.
“Sepak bola itu intinya saling memengaruhi. Siapa yang skema permainannya berjalan, itu yang akan memengaruhi opponent. Dan kemungkinan itu yang akan memenangkan pertandingan,” ujar Kahudi.
Dengan skuad yang lebih lengkap, Persiku kini memiliki lebih banyak pilihan untuk menjawab persoalan produktivitas sekaligus memperkuat pertahanan.
Duel melawan PSGC pun menjadi ujian apakah fleksibilitas tersebut bisa berbuah poin penuh. (*)
Editor : Abdul Rochim