RADARPATI.JAWAPOS.COM - Status bebas transfer pasca-pemutusan kontrak mutual Karim Benzema dengan Al-Hilal pada 31 Agustus 2026 dipastikan tidak akan berlanjut ke Persib Bandung.
Kendati nama eks bomber Real Madrid itu menghiasi bursa transfer Super League 2026/2027, bedah fakta membuktikan rumor tersebut terhalang tiga ganjalan utama: asal-usul kelakar internal, benturan regulasi kuota legiun asing, hingga rasionalitas anggaran finansial.
Isu bergabungnya pemenang Ballon d'Or tersebut murni berawal dari celotehan Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, saat merespons pertanyaan media secara santai.
Tanpa adanya dokumen negosiasi resmi, celetukan tersebut telanjur berkembang liar di media sosial dan memicu spekulasi di kalangan Bobotoh.
Dari kacamata regulasi, langkah Persib makin tertutup rapat oleh aturan kuota. Super League membatasi pendaftaran maksimal 11 pemain asing (dengan skema 9 masuk daftar susunan pemain dan 7 di lapangan).
Kedalaman skuad Maung Bandung saat ini sudah sangat padat—termasuk dihuni empat bek asing seperti Julio Cesar, Patricio Matricardi, Gabriel Mutombo, dan Danijel Loncar—sehingga mendatangkan nama baru akan mengorbankan pilar asing yang ada.
Tantangan berikutnya terletak pada kalkulasi finansial. Meski berstatus free agent tanpa biaya transfer ke klub asal, komponen gaji, bonus, hingga hak komersial pemain sekelas Benzema tetap berada di luar jangkauan struktur pengeluaran klub sepak bola nasional.
Di luar persoalan angka dan regulasi, harmonisasi ruang ganti menjadi pertimbangan krusial manajemen. Adhitia menegaskan bahwa keputusan rekrutmen tidak semata-mata silau oleh nama besar.
"Managing locker room itu tidak mudah. Mendatangkan pemain yang belum tentu cocok berpotensi merusak ruang ganti yang sedang hangat," jelas Adhitia (21/9/2026), seraya menegaskan keputusan teknis berada penuh di tangan tim kepelatihan.
Di sisi lain, pelatih kepala Persib, Igor Tolic, mengonfirmasi tidak ada arahan teknis terkait amunisi anyar. "Saya tidak memiliki informasi apa pun tentang pemain baru," ujar Igor singkat.
Secara keseluruhan, narasi mendaratnya Karim Benzema di Kota Kembang lebih tepat ditempatkan sebagai dinamika rumor bursa transfer yang bermula dari gurauan, bukan sebuah proses kepindahan yang realistis secara administratif, taktis, maupun finansial. (*)