KUDUS – Nama Marinus Maryanto Wanewar dikaitkan dengan Persiku Kudus untuk memperkuat lini depan.
Penyerang kelahiran Sarmi, Papua, 24 Februari 1997, tersebut saat ini tercatat sebagai pemain Persela Lamongan.
Marinus Wanewar memiliki pengalaman memperkuat sejumlah klub Indonesia. Karier seniornya dimulai bersama Persipura Jayapura pada 2016.
Bersama Persipura, Marinus tercatat tampil dalam Indonesia Soccer Championship A 2016. Ia kemudian sempat menjalani masa peminjaman ke Bhayangkara pada 2018.
Baca Juga: Persiku vs PSIS di Bantul: Macan Muria Cari Kebangkitan, Mahesa Jenar Jaga Tren Positif
Setelah meninggalkan Persipura, penyerang dengan tinggi 183 sentimeter itu tercatat memperkuat Muba Babel United dan Persis Solo. Marinus kemudian bergabung dengan Persela Lamongan.
Catatan kariernya juga mencakup prestasi bersama Persipura Jayapura yang menjadi juara Indonesia Soccer Championship A 2016.
Sementara bersama Persis Solo, ia menjadi bagian dari tim yang meraih gelar Liga 2 pada 2021.
Pernah Jadi Top Skor Piala AFF U-22
Marinus juga memiliki pengalaman di level tim nasional. Ia memperkuat Timnas Indonesia U-23 pada periode 2017 hingga 2019 dengan catatan delapan penampilan dan lima gol berdasarkan data yang tersedia.
Salah satu pencapaian menonjolnya terjadi pada Piala AFF U-22 2019. Marinus menjadi salah satu pemain penting Indonesia dan tercatat sebagai top skor turnamen tersebut.
Pada level tim nasional senior, Marinus juga pernah mendapatkan kesempatan memperkuat Indonesia pada 2017. Ia tercatat dua kali tampil bersama skuad senior.
Selain Piala AFF U-22 2019, Marinus turut menjadi bagian dari Timnas Indonesia U-23 yang meraih medali perunggu SEA Games 2017.
Dengan pengalaman tersebut, Marinus memiliki rekam jejak sebagai penyerang yang pernah bermain di kompetisi domestik dan level internasional kelompok usia.
Namun, berdasarkan materi yang tersedia, belum terdapat keterangan resmi mengenai status kepindahan Marinus Wanewar ke Persiku Kudus.
Begitu pula belum ada informasi mengenai durasi kontrak atau proses negosiasi jika transfer tersebut benar-benar dilakukan. (*)
Editor : Abdul Rochim