JAKARTA – Timnas Indonesia memiliki dua keuntungan saat tampil di FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung 25 September hingga 5 Oktober.
Skuad Garuda berpeluang tampil dengan kekuatan penuh dan mendapat keuntungan dari status sebagai tuan rumah.
Pengamat sepak bola Mohammad Kusnaeni menilai posisi Indonesia cukup berbeda dibandingkan peserta lainnya.
Turnamen yang masuk kalender resmi FIFA membuat klub memiliki kewajiban melepas pemain untuk memperkuat tim nasional.
Baca Juga: Kevin Diks Ribut dengan Rekan Setim di Moenchen Gladbach, Alasannya Cukup Kuat
Kondisi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk memanggil pemain-pemain terbaik, termasuk para pesepak bola yang berkarier di Eropa.
"Karena bisa menurunkan skuad penuh, selain juga menjadi tuan rumah," kata Kusnaeni di Jakarta, Kamis.
Menurut Kusnaeni, FIFA ASEAN Cup memiliki nilai dan prestise yang lebih besar dibandingkan Piala AFF.
Perbedaan tersebut salah satunya terlihat dari status turnamen yang masuk agenda resmi FIFA.
Sebaliknya, Piala AFF berada di luar kalender FIFA. Dalam kondisi tersebut, klub tidak selalu berkewajiban melepas pemain untuk memperkuat tim nasional.
Akibatnya, sejumlah negara, termasuk Indonesia, tidak selalu bisa tampil dengan seluruh pemain terbaik ketika mengikuti Piala AFF.
"Jadi sekarang kalau kita bikin tier, (Piala AFF) ini sudah jadi tier 2, tier 1-nya ini FIFA ASEAN Cup," ujarnya.
Dukungan Suporter Jadi Tambahan Motivasi
Selain peluang menurunkan skuad terbaik, Indonesia juga mendapat keuntungan sebagai tuan rumah. Pertandingan di hadapan pendukung sendiri dinilai dapat memberikan motivasi tambahan bagi pemain.
Kusnaeni menyebut dukungan suporter menjadi faktor yang tidak dimiliki negara peserta lain dalam pertandingan yang berlangsung di Indonesia.
"Dukungan penonton kan yang tidak dipunyai oleh negara lain kan ada di kita," ujarnya.
Timnas Indonesia akan memainkan pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
Indonesia tergabung di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh.
Rizky Ridho dan kawan-kawan dijadwalkan menghadapi Singapura pada 25 September, Malaysia pada 28 September, dan Bangladesh pada 1 Oktober.
Hasil tiga pertandingan fase grup tersebut akan menentukan langkah Timnas Indonesia menuju babak selanjutnya di turnamen antarnegara Asia Tenggara tersebut. (*)
Editor : Abdul Rochim