RADARPATI.JAWAPOS.COM - Berstatus sebagai tuan rumah Divisi 1 dan dibekali komposisi skuad mewah yang berlaga di kompetisi papan atas Eropa, Tim Nasional Indonesia berada dalam posisi menguntungkan untuk merengkuh trofi FIFA ASEAN Cup 2026.
Ajang perdana besutan FIFA dan AFC ini resmi bergulir pada Kamis (24/9/2026) yang diawali lewat pertandingan penyisihan Divisi 2 di Hong Kong.
Baca Juga: Ini Posisi Ideal Pemain Naturalisasi Baru yang Siap Debut Timnas di FIFA ASEAN Cup
Berbeda dengan format Piala AFF terdahulu, kompetisi anyar ini membagi peserta ke dalam dua strata berdasarkan pemetaan peringkat FIFA.
Divisi 1 yang diisi tim-tim berperingkat teratas dipusatkan di Indonesia, sementara Divisi 2 yang dihuni tim-tim berperingkat lebih rendah digelar di Hong Kong. Setiap divisi akan memperebutkan trofi juara masing-masing.
Berdasarkan pembagian grup Divisi 1, Indonesia yang menempati peringkat ke-118 dunia tergabung di Grup A bersama Malaysia (136), Singapura (148), dan tim undangan Bangladesh (181).
Skuad Garuda menjadi tim dengan peringkat tertinggi di grup ini dan diproyeksikan melaju mulus ke babak final.
Di sisi lain, persaingan ketat terjadi di Grup B yang dihuni dua tim teratas ASEAN, yakni Thailand (peringkat 94) dan Vietnam (peringkat 99), yang harus saling sikut bersama Filipina (135) serta Pakistan (198) untuk mengamankan satu tiket ke partai puncak.
Kekuatan Indonesia pada turnamen kali ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan saat berlaga di Piala AFF 2026 lalu.
Di bawah komando juru taktik John Herdman, skuad Garuda kini diperkuat jajaran pemain yang merumput di liga-liga elite Eropa, seperti Kevin Diks (Borussia Monchengladbach), Emil Audero (Rayo Vallecano), Calvin Verdonk (Lille), Ole Romeny, hingga kiper Ajax, Maarten Paes.
Kehadiran para pemain tersebut meroketkan nilai pasar (market value) Timnas Indonesia. Data Transfermarkt mencatat valuasi skuad Garuda menembus 21,59 juta euro atau sekitar Rp648 miliar, menempatkan Indonesia di urutan kedelapan tim termahal di Asia setelah raksasa seperti Jepang, Korea Selatan, Uzbekistan, Australia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Iran.
Angka tersebut mencerminkan lonjakan kualitas yang sangat kontras dibandingkan dengan rival kawasan. Nilai pasar Indonesia jauh melampaui Thailand yang bernilai 9,5 juta euro (Rp193 miliar) serta Vietnam dengan nilai 6,28 juta euro (Rp127 miliar).
Meski begitu, jajaran kepelatihan mengingatkan agar tingginya nilai pasar tidak membuat para pemain jemawa.
Kejutan yang kerap terjadi di pentas internasional—seperti kejutan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026—menjadi pengingat bahwasanya kolektivitas dan kerja sama tim (teamwork) tetap menjadi kunci utama di lapangan.
Baca Juga: Trisula Andalan Baru Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
John Herdman yang dikenal menekankan pendekatan filosofi budaya tim, hubungan antarmanusia, serta kohesi taktis, diharapkan mampu meramu deretan pilar bintang ini menjadi unit yang solid.
Jika mampu tampil konsisten, Indonesia berpeluang besar mengamankan gelar juara Divisi 1 sekaligus mengantongi hadiah utama sebesar 1 juta dolar AS (sekitar Rp17,8 miliar). (*)