RADARPATI.JAWAPOS.COM - Menjelang pembukaan ajang perdana FIFA ASEAN Cup 2026, pemetaan kekuatan tim-tim peserta menjadi sorotan publik sepak bola kawasan.
Tim Nasional Indonesia, yang bertindak sebagai tuan rumah Divisi 1 dan dibekali kedalaman skuad bernilai pasar mencapai Rp401 miliar, menempati urutan ketiga dalam peta peringkat dunia FIFA di antara negara kontestan.
Baca Juga: Trisula Andalan Baru Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Berdasarkan pemutakhiran data resmi FIFA per Rabu (23/9/2026), Thailand memimpin daftar dengan menduduki peringkat ke-93 dunia. Vietnam mengekor ketat di posisi ke-98, sementara skuad Garuda bertengger di peringkat ke-118 dunia.
Meski berada di bawah Thailand dan Vietnam, posisi Indonesia tercatat lebih unggul dibandingkan lima kontestan Divisi 1 lainnya, yakni Filipina (135), Malaysia (136), Singapura (146), Bangladesh (181), serta Pakistan (198).
Turnamen edisi perdana yang berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober 2026 ini diikuti oleh 14 negara yang terbagi ke dalam dua divisi kompetisi.
Divisi 1 dipusatkan di Jakarta dan Bandung, sementara perhelatan Divisi 2 diselenggarakan di Hong Kong.
Sebagai tuan rumah Divisi 1, Indonesia tergabung di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh.
Baca Juga: Alasan Kevin Diks Berkelahi dengan Rekan Setim Jelang FIFA ASEAN Cup 2026
Pasukan Garuda dijadwalkan mengawali kiprahnya menghadapi Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Jumat (25/9), disusul laga krusial melawan Malaysia (28/9) dan Bangladesh (1/10).
Sementara itu, persaingan di Grup B dihuni oleh Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan. Pertandingan babak penyisihan grup Divisi 1 bakal berlangsung hingga 2 Oktober, sebelum memasuki fase gugur yang memuncak pada partai final tanggal 5 Oktober 2026.
Di sisi lain, Divisi 2 yang berlangsung di Hong Kong melibatkan enam tim nasional, yaitu Hong Kong, Laos, Brunei Darussalam, Kamboja, Myanmar, dan Timor-Leste.
Dengan dukungan penuh ribuan suporter di kandang sendiri serta materi pemain bernilai fantastis, Timnas Indonesia tetap dipandang sebagai salah satu kandidat kuat peraih gelar juara meskipun berada di peringkat ketiga secara urutan statistik FIFA. (*)
Editor : Zakarias Fariury