RADARPATI.JAWAPOS.COM - Pengamat sepak bola nasional, Ardy Shufi, mengimbau pendukung setia Persib Bandung, Bobotoh, untuk menyikapi rumor kedatangan penyerang kelas dunia, Karim Benzema, secara rasional dan bijak.
Mengelola ekspektasi dinilai sangat krusial agar isu bursa transfer ini tidak berubah menjadi tekanan yang membebani stabilitas finansial klub.
Baca Juga: Nilai Gaji Fantastis, Kenapa Benzema Gagal ke Persib?
Ardy menilai bahwa dalam dinamika industri sepak bola modern, peluang transfer pemain bintang selalu terbuka. Terlebih lagi, Persib mengantongi rekam jejak historis dalam mengamankan tanda tangan pemain bereputasi internasional.
"Kalau dibilang tidak mungkin, Persib pernah punya pengalaman mendatangkan pemain kelas dunia. Dulu ada Michael Essien, lalu musim lalu ada Layvin Kurzawa.
Waktu itu kita sebenarnya tidak menyangka Persib bisa mendatangkan pemain sekelas mereka, terlepas dari keduanya yang punya riwayat cedera. Namun, sesuatu yang awalnya dianggap tidak mungkin ternyata bisa terjadi," kata Ardy Shufi.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa memboyong mantan peraih Ballon d’Or 2022 tersebut membutuhkan kalkulasi finansial yang sangat tinggi.
Baca Juga: Tak Hanya Masalah Gaji dan Kebugaran, Benzema Gagal ke Persib
Benzema diketahui masih mengantongi nilai standar kontrak yang fantastis dari kiprahnya di Liga Arab Saudi.
Rumor kepindahan striker berkebangsaan Prancis itu pertama kali mencuat dari pernyataan santai Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, saat merespons pertanyaan media.
Ardy mengingatkan bahwa kelakar serupa pernah terjadi di masa lalu dan tidak selalu terealisasi menjadi transfer nyata.
"Rumor ini bermula ketika Pak Adit ditanya soal pemain baru Persib, lalu terlontarlah nama Karim Benzema. Di sinilah letak keseruan dan dinamikanya.
Namun, perlu diingat juga bahwa Pak Adit dulu pernah menyebut nama Maarten Paes, yang pada akhirnya sampai sekarang juga tidak jadi bergabung dengan Persib," tutur Ardy.
Oleh sebab itu, Ardy menggarisbawahi bahwa fokus utama suporter saat ini adalah mendukung penuh kebijakan manajemen.
Menurutnya, jika transfer Benzema tidak terwujud, hal itu merupakan langkah rasional demi menjaga kesehatan anggaran klub.
"Yang bisa disikapi oleh Bobotoh sebenarnya bukan soal mungkin atau tidak mungkinkah, tetapi tentang ekspektasinya. Kalaupun ternyata Benzema datang, kita patut bersyukur... Kalau tidak jadi pun, berarti secara kebutuhan tim memang belum mendesak untuk mengeluarkan biaya luar biasa besar.
Dari sisi finansial harapannya sudah jadi pertimbangan matang dan jangan sampai membebankan tim," pungkasnya. (*)
Editor : Zakarias Fariury