Benzema Sentil Mbappe dan Vinicius: Saya Rela Bermain untuk Cristiano Ronaldo

Abdul Rochim • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 20:21 WIB
Karim Benzema saat masih bermain untuk Al Hilal. ((@brfootball/X)
Karim Benzema saat masih bermain untuk Al Hilal. ((@brfootball/X)

RADARPATI– Karim Benzema mengungkap salah satu kunci keberhasilan Real Madrid ketika dirinya bermain bersama Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale.

Menurut Benzema, dirinya tidak keberatan mengambil peran untuk mendukung Ronaldo sebagai mesin gol utama Los Blancos.

Ini dinilai menyentil bintang Real Madrid saat ini. Yakni Kylian Mbappe dan Vinicius Junior. 

Dua bintang yang bila main bersamaan ingin paling menjadi sorotan. Dan tak pelak kerap mengganggu keseimbangan tim.

Baca Juga: Berapa Gaji Benzema Hingga Persib Gagal Datangkan?

Pernyataan "bermain untuk Ronaldo" tersebut kembali menjadi sorotan di tengah perbincangan mengenai komposisi bintang Real Madrid saat ini. 

Klub berjuluk Los Blancos itu kini memiliki Kylian Mbappe, sementara Vinicius Junior juga menjadi salah satu pemain utama.

Real Madrid sebelumnya mencapai periode sukses bersama trio Benzema, Ronaldo, dan Bale.

Ketiganya menjadi bagian penting dari skuad yang meraih berbagai trofi, termasuk tiga gelar Liga Champions secara beruntun.

Dalam wawancara terbarunya yang dikutip The Real Champs, Benzema mengenang pengalamannya bermain bersama Ronaldo.

“Senang rasanya bermain bersama Cristiano. Saya banyak belajar darinya: pergerakan di dalam kotak penalti, pressing, dia mencetak 50 gol per musim. Meskipun saya bermain untuknya, saya tetap banyak belajar,” kata Benzema.

Pernyataan Benzema mengenai dirinya yang “bermain untuk” Ronaldo kemudian menjadi perhatian.

Peran tersebut menggambarkan bagaimana Benzema tidak selalu menjadi pemain yang paling menonjol dalam urusan mencetak gol ketika masih memperkuat Madrid.

Benzema kerap menjalankan tugas untuk membuka ruang, menarik perhatian pemain bertahan lawan, sekaligus membantu menciptakan ruang bagi Ronaldo.

Sementara itu, Ronaldo menjadi pemain yang lebih banyak mendapatkan peluang untuk mencetak gol.

Skema tersebut berjalan efektif selama bertahun-tahun. Benzema tetap memiliki kontribusi besar meski tidak selalu menjadi pusat perhatian.

Situasi itu kemudian berubah ketika Benzema berkembang menjadi tumpuan utama lini depan Madrid.

Puncaknya terjadi pada musim 2021/2022 ketika ia tampil sebagai salah satu pemain terpenting dalam perjalanan Madrid meraih Liga Champions.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa peran seorang pemain dalam tim tidak selalu ditentukan oleh jumlah gol atau sorotan individu.

Benzema pernah menjadi pendukung Ronaldo sebelum akhirnya dirinya sendiri menjadi pusat perhatian.

Kisah trio BBC pun kembali relevan ketika Real Madrid memiliki Mbappe dan Vinicius. Keduanya sama-sama memiliki kemampuan individu dan menjadi bagian penting dari lini serang Madrid.

Namun, dinamika permainan tetap membutuhkan pembagian peran antarpemain.

Pengalaman Benzema bersama Ronaldo menunjukkan bagaimana pemain dengan status bintang tetap dapat menjalankan fungsi berbeda demi kepentingan tim.

Di era BBC, Ronaldo menjadi pencetak gol utama, sementara Benzema dan Bale juga memiliki peran masing-masing dalam sistem permainan Madrid.

Kombinasi tersebut menjadi salah satu fondasi keberhasilan klub di kompetisi Eropa.

Karena itu, pernyataan Benzema mengenai pengalamannya bersama Ronaldo kembali menjadi bahan pembicaraan.

Bukan semata mengenai siapa yang menjadi bintang utama, melainkan bagaimana pemain-pemain dengan kualitas tinggi dapat menyesuaikan perannya agar permainan tim tetap berjalan. (*)

Editor : Abdul Rochim
Kylian Mbappe karim benzema Vinicius Junior real madrid cristiano ronaldo