RADARPATI.JAWAPOS.COM - Pentas Liga Champions (UCL) selalu menghadirkan cerita magis, termasuk kejutan dari tim-tim debutan yang sukses menggebrak panggung tertinggi sepak bola Eropa.
Salah satu yang terbaru adalah Como 1907, klub Italia milik Hartono bersaudara (Bos Djarum), yang tampil mengejutkan pada ajang UCL.
Melansir kanal YouTube Starting Eleven List, berikut adalah ulasan tujuh tim debutan dengan catatan perjalanan paling luar biasa sepanjang sejarah kompetisi:
1. Leicester City (2016–2017)
Berstatus juara Liga Premier Inggris (IPL) musim 2015–2016, Leicester City melakoni debut UCL di musim berikutnya. Tergabung di babak penyisihan bersama Porto, Copenhagen, dan Club Brugge, The Foxes keluar sebagai juara grup dengan rekor empat kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan.
Di babak 16 besar, Leicester sukses menyingkirkan wakil Spanyol, Sevilla, secara dramatis. Catatan mengagumkan mereka meliputi:
Klub Inggris pertama yang meraih tiga kemenangan beruntun di musim debut UCL.
Memegang rekor clean sheet terpanjang di antara tim debutan (empat laga tanpa kebobolan).
Langkah Leicester baru terhenti di babak perempat final usai kalah agregat tipis 1-2 dari Atletico Madrid.
2. Tottenham Hotspur (2010–2011)
Debut Tottenham Hotspur di UCL musim 2010–2011 diawali dari babak play-off usai finis kelima di Liga Inggris. Di bawah arahan pelatih Harry Redknapp, The Lilywhites secara mengejutkan memuncaki babak grup yang dihuni juara bertahan, Inter Milan.
Memasuki babak gugur, Tottenham berhasil menyingkirkan saudara sekota Inter, AC Milan, lewat gol tunggal Peter Crouch di leg pertama. Perjalanan heroik mereka akhirnya terhenti di perempat final setelah ditaklukkan sang raja UCL, Real Madrid, dengan agregat 0-5.
3. Malaga CF (2012–2013)
Menyelesaikan musim 2011–2012 di posisi keempat La Liga, Malaga mencatatkan kisah bak negeri dongeng di ajang UCL 2012–2013. Pasukan asal Spanyol ini lolos dari babak grup sebagai juara grup tanpa tersentuh kekalahan, meski berada satu kelompok dengan raksasa Italia, AC Milan.
Di babak 16 besar, Malaga menumbangkan Porto sebelum akhirnya terhenti di babak perempat final usai melakoni laga dramatis kontra Borussia Dortmund.
Pencapaian ini kian istimewa mengingat Malaga bertanding di tengah krisis finansial yang memaksa mereka menjual sejumlah pemain pilar.
4. Bayer 04 Leverkusen (1997–1998)
Memanfaatkannya perombakan format kompetisi UEFA pada musim 1997–1998, Bayer Leverkusen tampil sebagai salah satu tim debutan paling impresif.
Lolos via jalur runner-up liga, Leverkusen tergabung di Grup F bersama AS Monaco, Sporting CP, dan Lierse.
Leverkusen melaju ke babak perempat final dengan predikat runner-up terbaik usai mencatatkan empat kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan.
Di perempat final, mereka sempat menahan imbang Real Madrid pada leg pertama, sebelum akhirnya takluk 0-3 di leg kedua.
5. Villarreal CF (2005–2006)
Musim 2005–2006 menjadi tonggak sejarah bagi Villarreal CF. Di bawah asuhan Manuel Pellegrini, tim berjuluk El Submarino Amarillo (Si Kapal Selam Kuning) ini menembus babak kualifikasi usai menyingkirkan Everton.
Di babak penyisihan (Grup D), Diego Forlan dan kawan-kawan mengungguli Benfica, Lille, dan Manchester United untuk keluar sebagai juara grup. Di babak gugur, Villarreal menyingkirkan Rangers (16 besar) dan Inter Milan (perempat final) lewat keunggulan agresivitas gol tandang. Langkah luar biasa mereka baru terhenti di babak semifinal usai kalah agregat tipis 0-1 dari Arsenal.
6. Como 1907 (2026–2027)
Memastikan tiket otomatis ke Liga Champions usai finis di peringkat keempat Serie A 2025–2026, Como 1907 langsung menggebrak panggung Eropa.
Hanya dalam kurun waktu tujuh tahun dari proses akuisisi, klub dari kota tepi danau ini bertransformasi menjadi kekuatan baru yang diperhitungkan.
Pada pertandingan perdana (matchday 1) babak utama UCL, I Lariani membantai wakil Jerman, RB Leipzig, dengan skor telak 4-1. Hasil ini menjadikan Como sebagai satu-satunya wakil Italia yang berhasil membungkus tiga poin penuh di laga pembuka, mengungguli raksasa Italia lainnya seperti Inter Milan, Napoli, dan AS Roma.
7. Deportivo de La Coruña (2000–2001)
Berstatus juara La Liga musim 1999–2000, Deportivo de La Coruña melakoni debut UCL di musim 2000–2001 dengan julukan Super Depor.
Format kompetisi saat itu yang masih menggunakan sistem dua kali babak grup tidak menyurutkan langkah tim asuhan Javier Irureta.
Diperkuat penyerang Diego Tristán, Deportivo berturut-turut keluar sebagai juara grup di babak penyisihan pertama dan kedua, dengan menumbangkan klub-klub mapan seperti Juventus, AC Milan, dan Paris Saint-Germain. Langkah Deportivo di babak perempat final terhenti di tangan Leeds United dengan agregat 2-3 (kalah 0-3 di leg pertama dan menang 2-0 di leg kedua). (*)