RADARPATI.JAWAPOS.COM - Cedera yang menimpa Jay Idzes menjadi pukulan telak bagi Timnas Indonesia menjelang bergulirnya FIFA ASEAN Cup 2026.
Absennya bek tengah asal klub Sassuolo tersebut bukan sekadar kehilangan sosok kapten di lini pertahanan, melainkan juga hilangnya pemain dengan nilai pasar tertinggi di seluruh kawasan turnamen.
Baca Juga: Nilai Pasar Timnas Indonesia vs Vietnam, Mana Lebih Unggul?
Berdasarkan pembaruan data Transfermarkt per 29 Mei 2026, nilai pasar Jay Idzes melambung hingga menyentuh angka 14 juta euro (sekitar Rp290 miliar).
Angka fantastis ini tidak hanya mengukuhkan statusnya sebagai pemain termahal di ajang FIFA ASEAN Cup 2026, tetapi juga mencatatkan rekor sebagai pemain Indonesia dengan valuasi tertinggi sepanjang sejarah.
Kenaikan Melesat Berkat Konsistensi di Italia
Lonjakan harga pasar Idzes terbilang sangat agresif dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Pada Juni 2025, valuasinya berada di angka 7,5 juta euro, kemudian naik menjadi 10 juta euro pada Desember 2025, hingga akhirnya menembus 14 juta euro.
Mantan penggawa Venezia ini tampil konsisten sebagai pilar utama Sassuolo dengan mengemas 35 penampilan sepanjang musim.
Performa solid tersebut menempatkan Idzes di peringkat keempat daftar bek termahal se-Asia, berada di bawah Abdukodir Khusanov (Uzbekistan, 35 juta euro), Kim Min-jae (Korea Selatan, 20 juta euro), dan Hiroki Ito (Jepang, 18 juta euro).
Nilai ini bahkan melampaui dua bek tangguh Timnas Jepang, Tsuyoshi Watanabe dan Ko Itakura.
Indonesia Dominasi Papan Atas Turnamen
Dominasi Indonesia dalam jajaran pemain berharga tinggi di FIFA ASEAN Cup 2026 sangat mencolok. Posisi kedua pemain termahal turnamen diisi oleh bek Borussia Monchengladbach, Kevin Diks, dengan nilai pasar 5 juta euro (sekitar Rp103 miliar).
Tempat ketiga ditempati gelandang Timnas Bangladesh yang merumput di Liga Inggris, Hamza Choudhury, dengan valuasi 4 juta euro (sekitar Rp82 miliar). Bek Indonesia lainnya, Mees Hilgers, juga masuk ke dalam jajaran lima besar pemain termahal turnamen, meski nasibnya serupa dengan Idzes karena masih dibayang-bayangi cedera.
Jarak nilai antara Idzes dan para pesaingnya terbilang sangat jauh. Selisih valuasi Idzes dengan Kevin Diks di peringkat kedua mencapai Rp156 miliar. Jika dibandingkan dengan pemain lokal termahal di Timnas Indonesia, rentang harganya melebar hingga lebih dari Rp236 miliar.
Secara keseluruhan, komposisi nilai pasar pemain Indonesia tersebar merata di berbagai posisi, mulai dari lini belakang, tengah, hingga depan:
Jay Idzes: Rp290 miliar
Kevin Diks: Rp103 miliar
Emil Audero: (Masuk jajaran papan atas)
Calvin Verdonk: (Masuk jajaran papan atas)
Maarten Paes: Rp34,76 miliar
Dean James: Rp29,55 miliar
Justin Hubner: Rp17,38 miliar
Thom Haye: Rp15,64 miliar
Ole Romeny: Rp13,91 miliar
Miliano Jonathans: Rp13,04 miliar
Pukulan Telak bagi Skuad Garuda
Kehadiran para pemain abroad ini otomatis melambungkan nilai pasar Timnas Indonesia sebagai skuad termahal di Asia Tenggara. Namun, status keberlimpahan materi tersebut harus diuji setelah Sassuolo mengonfirmasi cedera Idzes.
Bek berusia 26 tahun itu mengalami robekan tingkat sedang pada otot quadriceps kaki kiri. Proses pemulihan yang diperkirakan memakan waktu empat hingga lima pekan dipastikan membuat sang kapten absen total sepanjang ajang FIFA ASEAN Cup 2026.
Sebagai tuan rumah, kehilangan pemain paling bernilai tentu mengurangi kekuatan fisik dan taktis Timnas Indonesia di atas kertas. Meski demikian, nilai pasar tinggi hanyalah indikator performa dan statistik di luar lapangan—semua akan kembali dibuktikan lewat perjuangan 11 pemain di atas rumput hijau. (*)
Editor : Zakarias Fariury