RADARPATI.JAWAPOS.COM - Sukses membawa AS Roma menyapu bersih empat laga awal Serie A musim 2026/2027 dengan hasil sempurna tak lantas membuat Gian Piero Gasperini berbesar kepala.
Pelatih kawakan tersebut secara tegas menolak untuk mematok target tinggi seperti perburuan gelar scudetto pada fase awal kompetisi ini, seperti dilaporkan Detik Sport.
Baca Juga: AS Roma dan Como, Siapa Juara Serie A 2026/2027?
Klub berjuluk Giallorossi tersebut saat ini berada di posisi teratas klasemen sementara Serie A dengan koleksi 12 poin penuh. Roma memimpin persaingan ketat berkat keunggulan selisih gol atas Inter Milan yang berada di peringkat kedua dengan jumlah poin sama.
Performa impresif yang ditunjukkan Paulo Dybala dan kawan-kawan di awal musim ini pun langsung memicu euforia di kalangan suporter, sekaligus membuat para pengamat sepak bola mulai menempatkan Roma sebagai pesaing utama Nerazzurri dalam perebutan mahkota juara.
Kerangka Pikir dan Penegasan Gian Piero Gasperini
Kendati timnya sedang dalam tren amat positif, Gasperini mengimbau seluruh elemen tim serta publik untuk tidak menyikapi situasi ini secara berlebihan. Menurutnya, kesuksesan sebuah tim dibentuk dari proses bertahap, bukan lewat beban target besar yang dipasang secara prematur:
Fokus pada Peningkatan Standar Harian:
Gasperini menilai bahwa kemajuan performa tidak bisa diraih hanya dengan menetapkan ambisi tinggi di awal. "Bukan begitu kami menaikkan standar.
Baca Juga: Alasan Kuat AS Roma dan Como Jadi Juara Serie A 2026/2027
Anda tidak menaikkan standar dengan memasang target yang lebih berat. Anda menaikkannya dengan meningkatkan standar setiap harinya, mengasah diri sendiri, dan mencoba lebih baik," tegas mantan juru taktik Atalanta tersebut.
Bersikap Realistis di Tengah Ekspektasi Publik:
Ia menyadari bahwa laju kencang Roma memicu berbagai ramalan dan harapan tinggi dari para penggemar. Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga pijakan pada realitas kompetisi.
"Kami sadar kalau prediksi soal kami terus dibuat dan memang seharusnya demikian. Orang-orang punya mimpi-mimpinya, mereka ingin yang terbaik. Dan bagi kami, kami harus menghadapi kenyataan," tambahnya.
Evaluasi Target Setelah Paruh Musim:
Gasperini menegaskan bahwa pembahasan mengenai target konkret tim baru masuk akal jika kompetisi telah memasuki fase krusial, setidaknya setelah berjalan separuh musim. "Kenyataannya adalah, kami hanya bisa mulai bicara soal target potensial setelah sekitar 20 pertandingan. Tidak masuk akal memasang target setelah empat atau lima pertandingan," ujar Gasperini.
Menjaga Konsistensi Sebagai Target Utama:
Untuk saat ini, fokus utama skuad Roma adalah mempertahankan tingkat kedisiplinan dan kualitas permainan di setiap laga agar bisa bertahan di puncak klasemen sesaat demi sesaat. "Tentu saja sekarang kami punya rasa percaya diri, tentu saja kami ingin tetap di puncak klasemen, tapi ini adalah satu-satunya target konkret kami saat ini," pungkasnya. (*)
Editor : Zakarias Fariury