RADARPATI.JAWAPOS.COM - Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, enggan terbuai dengan awal musim sempurna yang diraih anak asuhnya pada Serie A 2026/2027.
Mengamankan empat kemenangan beruntun dan baru sekali kebobolan, I Giallorossi kokoh bersaing di puncak klasemen.
Kendati demikian, Gasperini menegaskan bahwa evaluasi mengenai target gelar (Scudetto) baru relevan dibicarakan setelah kompetisi berjalan minimal 20 pertandingan.
Baca Juga: AS Roma dan Como Difavoritkan Jadi Juara Baru Serie A
Ujian sesungguhnya bagi konsistensi skuad ibu kota segera tiba, di mana Roma dijadwalkan menghadapi ujian berat kontra Inter Milan, Como, hingga raksasa Spanyol Real Madrid di pentas Eropa.
Kematangan Skuad dan Kemesraan Lini Depan
Gasperini menilai performa impresif awal musim ini merupakan buah dari perkembangan internal skuad yang semakin matang dan solid:
Sinergi Senior dan Muda: Komposisi tim dinilai ideal dengan memadukan kesegaran serta daya juang para pemain muda bersama pengalaman matang deretan pilar senior.
Baca Juga: Perang Bintang! Benzema ke Persib, Mahrez ke Persija?
Kemitraan Dybala-Malen: Kombinasi Paulo Dybala dan Donyell Malen di lini serang kian menunjukkan kesepahaman tinggi. Visi membaca ruang yang dimiliki Dybala berpadu apik dengan ketajaman Malen dalam mengonversi peluang sulit menjadi gol.
Progresivitas Kolektif: Berbeda dengan awal musim sebelumnya, kebersamaan skuad yang lebih panjang membuat pemahaman skema taktis dan tanggung jawab di lapangan semakin terbentuk.
Rangkaian Laga Berat Pemungut Tolok Ukur
Bagi Gasperini, meningkatkan standar tim tidak dilakukan dengan menetapkan ekspektasi tinggi secara prematur, melainkan lewat peningkatan kualitas harian. Rangkaian jadwal sengit usai jeda internasional bakal menjadi tolok ukur objektif untuk menguji kapasitas Roma di level tertinggi:
Bentrok Puncak kontra Inter Milan: Menghadapi sesama pemegang rekor sempurna empat kemenangan awal untuk memperebutkan takhta Serie A.
Tantangan Como: Mengimbau tim agar tidak memandang sebelah mata Como—yang kini bertengger di peringkat ketiga—sebelum berlaga di panggung kontinental.
Ujian Eropa Lawan Real Madrid: Menjamu Real Madrid di Liga Champions sebagai panggung pembuktian kapasitas Roma saat berhadapan dengan kekuatan elite Eropa. (*)
Editor : Zakarias Fariury