RADARPATI.JAWAPOS.COM - Sorotan tajam dan kritik menohok kembali dilontarkan oleh tokoh sepak bola Vietnam terhadap proyek pemain naturalisasi Timnas Indonesia.
Mantan Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF), Duong Vu Lam, secara terbuka mengkritik kualitas para pemain keturunan yang memperkuat skuad Garuda dan menilai kemampuan mereka masih tergolong biasa saja di kancah global.
Baca Juga: Timnas Indonesia Jadi Squad Paling Mahal di FIFA ASEAN Cup 2026
Dalam pandangan sinisnya, Vu Lam menyebut deretan pemain keturunan Indonesia di Eropa hanya membela klub-klub papan bawah yang kurang kompetitif, sehingga belum cukup kuat untuk menembus persaingan papan atas Asia.
Kritik Kualitas Pemain dan Problem Mentalitas
Vu Lam memaparkan sejumlah alasan teknis dan non-teknis mengenai dampak negatif dari ketergantungan pada pemain naturalisasi:
Krisis Identitas dan Mental: Pemain keturunan atau asing dinilai kurang memiliki keterikatan emosional dan identitas lokal yang kuat, sehingga daya juang mentalnya di lapangan dianggap tidak setara dengan pemain lokal murni.
Faktor Usia dan Penurunan Fisik: Pembatasan aturan FIFA yang mengharuskan menetap minimal lima tahun bagi naturalisasi murni kerap membuat kondisi fisik pemain sudah melewati masa primanya.
Kualitas Kompetisi yang Dipertanyakan: Kualitas pemain naturalisasi Indonesia dinilai hanya sedikit lebih baik dibanding pemain lokal Asia Tenggara, namun masih jauh di bawah level pemain diaspora Jepang, Korea Selatan, Iran, atau Australia.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Siaran Langsung Timnas di FIFA ASEAN Cup 2026
"Adapun pemain naturalisasi Indonesia, mereka hanya pemain level rata-rata di Eropa yang bermain untuk klub-klub menengah hingga lemah. Dibandingkan dengan pemain Jepang, Korea Selatan, Iran, dan Australia yang juga bermain di Eropa, pemain naturalisasi Indonesia tidak ada apa-apanya," ujar Duong Vu Lam.
Soroti Efek Jangka Pendek dan Pembinaan Usia Muda
Lebih lanjut, Vu Lam menekankan bahwa penggunaan pemain naturalisasi hanyalah strategi instan untuk mengejar hasil jangka pendek, bukan solusi berkelanjutan bagi fondasi sepak bola sebuah negara.
Ia meyakini masa depan sepak bola Vietnam berada di tangan pembinaan pemain muda yang terstruktur serta penataan pusat pelatihan berkarakter seragam dari kelompok umur hingga tim nasional senior.
Pernyataan menohok dari eks pimpinan VFF ini muncul di tengah tingginya persaingan menjelang bergulirnya FIFA ASEAN Cup 2026, di mana Timnas Indonesia siap membuktikan kualitas skuadnya di atas lapangan. (*)
Editor : Zakarias Fariury