RADARPATI.JAWAPOS.COM - Performa impresif AS Roma pada awal musim Serie A 2026/2027 memancing perhatian mantan pelatih ikonis mereka, Fabio Capello.
Juru taktik yang mengantar Il Lupi meraih scudetto edisi 2000/2001 tersebut meyakini bahwa skuat asuhan Gian Piero Gasperini memiliki modal yang sangat cukup untuk keluar sebagai juara Liga Italia musim ini.
Baca Juga: Faktor Utama AS Roma Bakal Juarai Liga Serie A 2026/2027
AS Roma memimpin klasemen sementara hingga giornata ketiga dengan rekor sempurna 9 poin, unggul produktivitas gol (10-1) atas Inter Milan yang membuntutinya di posisi kedua.
Kepastian tersebut diraih usai Roma mencatatkan epic comeback menang 2-1 atas Atalanta di Stadion Olimpico lewat gol larut Mario Hermoso (89') dan Matias Soule (90+3').
Kunci Sukses: Gaya Proaktif dan Kedalaman Skuad
Fabio Capello menilai ada dua faktor utama yang membuat AS Roma tampil sangat dominan di bawah komando Gasperini:
Pola Permainan Proaktif: Roma mengusung skema permainan one-on-one dan all-out, di mana lini depan dihuni oleh 4–5 pemain berkualitas yang lihai berkombinasi di ruang sempit.
Kedalaman Skuad Merata: Keinginan Gasperini memiliki dua pemain inti berkualitas sepadan di setiap posisi terbukti efektif. Pemain pengganti yang masuk di babak kedua tampil dengan komitmen tinggi tanpa rasa kecewa karena memulai laga dari bangku cadangan.
Baca Juga: Alasan Utama AS Roma Gacor di Serie A
Ketajaman Lini Depan Il Lupi
Kualitas di sepertiga akhir lapangan menjadi pembeda utama Roma sejauh ini. Lini serang I Giallorossi tampil sangat produktif dengan kontribusi impresif dari para pilar utamanya:
Donyell Malen: Menjadi top scorer sementara tim dengan koleksi 5 gol, termasuk torehan hattrick saat menggulung Fiorentina 4-0 di laga pembuka.
Matias Soule: Mengemas 2 gol dan 1 assist, termasuk mencetak gol penentu kemenangan krusial atas Atalanta.
Paulo Dybala: Bertindak sebagai kreator serangan utama dengan catatan 4 assist dalam 3 pertandingan.
Rodrigo Mora: Gelandang serang anyar yang telah membuka keran golnya saat membantai Lecce 4-0.
Kombinasi harmonis antara kedalaman skuad, mentalitas kompetitif, dan efektivitas serangan menjadikan AS Roma kandidat terkuat penantang gelar scudetto Serie A 2026/2027. (*)
Editor : Zakarias Fariury