KUDUS – Jelang bergulirnya kompetisi Liga 2, Aliansi Suporter Kudus mendesak manajemen Persiku Kudus segera melakukan pembenahan.
Mereka melayangkan surat tuntutan terbuka kepada PT Relasi Sport Muria Indonesia (RESMI) selaku pengelola klub berjuluk Macan Muria tersebut.
Surat terbuka itu disampaikan Aliansi Suporter Kudus yang terdiri atas Suporter Macan Muria (SMM), Keluarga Cemara, South Gate, Murians Tiger Boys (MTB), B2, dan Catenaccio Kudus.
Baca Juga: Bek Tangguh Asal Kirgiztan, Misha Kalugin Dirumorkan Merapat ke Persiku Kudus
Perwakilan Aliansi Suporter Kudus, Rosyi, mengatakan Persiku bukan sekadar entitas bisnis olahraga.
Menurutnya, klub tersebut merupakan bagian dari identitas, kebanggaan, dan harga diri masyarakat Kudus yang diwariskan lintas generasi.
Karena itu, suporter meminta Persiku dikelola secara profesional, transparan, serta memiliki visi yang jelas.
Enam tuntutan yang disampaikan disebut merupakan hasil musyawarah dan telah disepakati seluruh elemen suporter yang tergabung dalam aliansi.
Minta Audiensi dengan Manajemen
Tuntutan pertama adalah penyelenggaraan audiensi terbuka bersama jajaran manajemen atau direksi PT RESMI.
ertemuan tersebut diminta digelar maksimal 3 x 24 jam sejak surat tuntutan disampaikan.
Suporter meminta audiensi dihadiri Direktur Utama Abdul Fuad Amirul Adha, Direktur Operasional dan Bisnis M. Idris, Direktur Keuangan Irwansyah, serta Presiden Klub Bangun Bawono.
Bupati dan Wakil Bupati Kudus juga diminta hadir. Menurut suporter, kehadiran pemerintah daerah diperlukan untuk menjaga objektivitas sekaligus mengawal komitmen yang dihasilkan dalam audiensi.
Tuntutan kedua berkaitan dengan identitas klub. Aliansi meminta PT RESMI mempertahankan nama, lambang atau logo, warna, filosofi, serta sejarah Persiku tanpa perubahan.
Suporter menilai seluruh unsur tersebut merupakan identitas Persiku yang telah melekat dengan masyarakat Kudus selama beberapa generasi.
Desak Komunikasi Klub Lebih Transparan
Tuntutan ketiga menyangkut komunikasi publik. Manajemen diminta menyampaikan informasi secara terbuka dan transparan melalui kanal resmi klub.
Selain itu, suporter mendesak PT RESMI segera menempatkan tenaga hubungan masyarakat atau public relations yang memiliki kompetensi dan pengalaman memadai.
Tuntutan keempat berkaitan dengan pertandingan kandang Persiku yang kemungkinan digelar di luar wilayah Kudus.
Suporter meminta laga tetap diselenggarakan secara terbuka agar pendukung dapat hadir memberikan dukungan langsung kepada tim.
“Poin tuntutan keempat menyangkut akses suporter terhadap pertandingan kandang Persiku yang digelar di luar wilayah Kudus. Kami meminta PT RESMI tetap menggelar pertandingan secara terbuka dan memungkinkan suporter Persiku hadir memberikan dukungan langsung kepada tim,” jelas Rosyi.
Soroti Pengisian Jabatan Manajemen
Tuntutan kelima berkaitan dengan sumber daya manusia di jajaran manajemen. Aliansi meminta penerapan prinsip meritokrasi dalam pengisian jabatan penting.
Menurut mereka, posisi strategis harus diisi berdasarkan rekam jejak profesional, pemahaman terhadap industri sepak bola, kapabilitas, serta kompetensi.
Rosyi menegaskan, penempatan sumber daya manusia di tubuh manajemen Persiku semestinya tidak didasarkan pada afiliasi politik maupun kedekatan personal.
“Tuntutan keenam adalah pelibatan seluruh elemen suporter dalam setiap proses pengambilan keputusan yang berkaitan langsung dengan kepentingan dan aktivitas suporter,” imbuhnya.
Aliansi Suporter Kudus menyebut surat terbuka tersebut sebagai bentuk kecintaan, kepedulian, sekaligus tanggung jawab moral terhadap keberlangsungan Persiku.
Mereka berharap PT RESMI merespons tuntutan tersebut secara serius, terbuka, dan konstruktif.
Suporter juga menyatakan siap mengambil langkah lanjutan yang sah dan konstitusional apabila dalam batas waktu yang ditentukan tidak ada itikad baik atau respons yang dianggap memadai. (*/him)