JAKARTA, RADARPATI.JAWAPOS.COM – Wacana penerapan dwi kewarganegaraan terbatas kembali mencuat setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan usulan tersebut dalam Rapat Paripurna DPR RI, Jumat (16/8/2026).
Kebijakan itu berpotensi membuka peluang bagi sejumlah talenta diaspora untuk memperkuat Indonesia, termasuk di bidang olahraga.
Dalam penyampaian keterangan pemerintah terkait RUU APBN 2027, Prabowo mengusulkan pemberian dwi kewarganegaraan bagi talenta tertentu yang dinilai dibutuhkan bangsa.
Namun, Indonesia hingga kini belum menerapkan dwi kewarganegaraan secara umum.
Baca Juga: Rizky Ridho Resmi Dicoret? 3 Nama Baru Ini Jadi Penggantinya di Timnas
Pemerintah masih menyiapkan revisi UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan. Skema yang diwacanakan bersifat terbatas dan selektif.
Artinya, kebijakan tersebut bukan ditujukan untuk membuka naturalisasi secara massal, melainkan menyasar diaspora, anak berkewarganegaraan ganda, serta talenta strategis yang dinilai memiliki kontribusi bagi Indonesia.
Olahraga Jadi Salah Satu Bidang yang Disorot
Kementerian Hukum sebelumnya menyebut sektor olahraga termasuk salah satu bidang yang dapat memperoleh manfaat dari skema tersebut.
Meski demikian, prosesnya tetap membutuhkan persyaratan, verifikasi, serta penilaian berdasarkan kepentingan negara.
Khusus sepak bola, kepemilikan paspor Indonesia juga belum otomatis membuat seorang pemain dapat memperkuat Timnas Indonesia.
Regulasi FIFA mengenai perpindahan asosiasi tetap harus dipenuhi.
Delapan Diaspora yang Menarik Perhatian
Jika wacana tersebut terealisasi dan memenuhi ketentuan yang berlaku, terdapat sejumlah pemain keturunan Indonesia yang berpotensi menjadi opsi untuk memperkuat skuad Garuda.
Berikut delapan nama yang menarik untuk dipantau:
- Giovanni van der Wijst – kiper muda Ajax.
- Djenoah Saebu – bek kanan Feyenoord yang masih berusia 15 tahun.
- Tristan Gooijer – bek serba bisa Ajax yang pernah memperkuat Belanda U-21.
- Demiane Agustien – gelandang serang Arsenal U-21.
- Laurin Ulrich – gelandang FC Magdeburg yang memiliki darah Surabaya.
- Jayden Oosterwolde – bek kiri Fenerbahçe yang masih memiliki ambisi memperkuat Timnas Belanda.
- Pascal Struijk – bek tengah Brighton dengan pengalaman bermain di Premier League.
- Ian Maatsen – bek kiri Aston Villa yang memiliki kontrak hingga 2030 dan masih aktif bersama Timnas Belanda.
Kedelapan pemain tersebut memiliki pengalaman atau prospek di level sepak bola Eropa.
Namun, peluang mereka mengenakan jersey Merah Putih tetap bergantung pada sejumlah faktor.
Selain keputusan pribadi pemain, status kewarganegaraan dan ketentuan perpindahan asosiasi FIFA menjadi pertimbangan penting.
Dengan demikian, wacana dwi kewarganegaraan terbatas belum bisa langsung diartikan sebagai jalan pintas bagi para diaspora untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Kebijakan tersebut masih membutuhkan proses legislasi dan aturan teknis sebelum dapat diterapkan. (*/him)
Editor : Abdul Rochim