PSIS Semarang Gaspol di Bursa Transfer, Target Kembali ke Liga 1

Abdul Rochim • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 12:35 WIB
Para pemain PSIS Semarang saat sesi latihan belum lama ini. (RADAR SEMARANG/RADAR PATI)
Para pemain PSIS Semarang saat sesi latihan belum lama ini. (RADAR SEMARANG/RADAR PATI)

SEMARANG — PSIS Semarang menunjukkan keseriusan untuk segera bangkit setelah terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Indonesia. 

Menghadapi Pegadaian Championship 2026/2027, Laskar Mahesa Jenar menjadi salah satu klub yang paling agresif bergerak di bursa transfer.

Perombakan dilakukan hampir di seluruh sektor, mulai dari jajaran kepelatihan hingga komposisi pemain.

Baca Juga: Indonesia Gagal di Piala AFF 2026, Saatnya Berbenah Menuju FIFA ASEAN Cup

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya manajemen membangun kekuatan baru dengan target utama kembali ke Liga 1.

Manajemen PSIS lebih dulu menunjuk Widodo Cahyono Putro sebagai pelatih kepala.

Penunjukan tersebut tidak lepas dari keberhasilan Widodo membawa Garudayaksa FC menjuarai Liga 2 2025/2026 sekaligus promosi ke kasta tertinggi sepak bola nasional.

Pengalaman Widodo diharapkan menjadi fondasi penting bagi PSIS untuk membangun kembali kekuatan tim.

Mantan pelatih Persita Tangerang itu dikenal memiliki karakter disiplin, mampu membentuk organisasi permainan yang solid, serta berpengalaman menangani pemain muda maupun senior.

Baca Juga: DPUPR Jepara Benahi Stadion Gelora Bumi Kartini, Kejar Syarat Homebase Persijap di BRI Super League 2026/2027

Dalam menjalankan tugasnya, Widodo akan didampingi Agam Haris Pambudi dan Hamka Hamzah sebagai asisten pelatih. Sementara posisi pelatih fisik dipercayakan kepada Gaselly Jun Panam.

Setelah membenahi sektor kepelatihan, PSIS bergerak agresif di bursa transfer.

Hingga Minggu (26/7), sejumlah pemain telah diperkenalkan untuk memperkuat skuad Mahesa Jenar musim 2026/2027.

Di lini depan, PSIS mendatangkan Hari Nur Yulianto dari PSPS Pekanbaru.

Pengalaman striker tersebut diharapkan mampu menambah ketajaman sekaligus menghadirkan sosok pemimpin di ruang ganti.

PSIS juga merekrut Syahrian Abimanyu dari Persik Kediri. Gelandang tersebut diharapkan mampu memberikan kreativitas sekaligus membantu mengatur tempo permainan.

Widodo turut membawa sejumlah pemain yang sebelumnya menjadi bagian dari kesuksesannya bersama Garudayaksa FC. Mereka adalah Komang Tri, Agus Nova, dan Ray Redondo.

Kehadiran para pemain tersebut diharapkan mempercepat penerapan filosofi permainan yang diinginkan Widodo karena mereka sudah mengenal karakter dan metode kepelatihan sang juru taktik.

Perombakan besar juga dilakukan di lini pertahanan.

PSIS mendatangkan Andy Setyo dari PSIM Jogja, Akbar Arjunsyah dari Persijap Jepara, Amirul Amin Fisabillah dari Deltras FC, Abduh Lestaluhu dari Malut United, serta Nuri Fasya dari PSS Sleman.

Tambahan pemain tersebut diharapkan mampu memperkokoh pertahanan PSIS yang menjadi salah satu sektor yang perlu dibenahi setelah menjalani musim sebelumnya.

Sektor tengah juga mendapat sejumlah tambahan.

Muammar Khadafi didatangkan dari PSIM Jogja, Ricki Ariansah dari Semen Padang, serta Fitra Ridwan yang sebelumnya memperkuat Persiraja Banda Aceh.

Kombinasi pemain muda dan berpengalaman diharapkan menciptakan keseimbangan dalam distribusi bola, kreativitas, serta kekuatan saat menjalani duel di lini tengah.

Ambisi PSIS semakin terlihat dari aktivitas mereka di lini serang. Lorensius Amanat

Sabda didatangkan dari Persiba Balikpapan, Ahmad Nufiandani dari Madura United, Bayu Fiqri dari Kendal Tornado FC, dan Miftahul Hamdi dari Adhyaksa FC.

Mahesa Jenar juga merekrut striker asal Inggris, Deri Corfe, dari PSIM Jogja.

Pemain asing tersebut menjadi salah satu transfer yang menarik perhatian dan diharapkan mampu menjadi mesin gol PSIS sepanjang musim.

Untuk sektor penjaga gawang, PSIS mendatangkan Reky Rahayu dari PSMS Medan.

Kehadirannya menambah persaingan sekaligus memperkuat kedalaman skuad di bawah mistar.

Sementara itu, dari sejumlah pemain baru yang masuk, PSIS baru mengumumkan satu pemain yang meninggalkan klub.

Gelandang serang Esteban Viscara memilih melanjutkan karier bersama Semen Padang pada musim 2026/2027.

Meski melakukan perombakan besar, manajemen tetap mempertahankan sejumlah sosok.

I Komang Putra masih dipercaya sebagai pelatih kiper untuk menjaga kesinambungan pembinaan penjaga gawang.

PSIS juga memperpanjang kontrak Krisna Sulistia Budianto, Taufan Hidayat, dan Habil Akbar.

Ketiganya diproyeksikan tetap menjadi bagian dari skuad untuk menghadapi kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027.

Masifnya aktivitas transfer menunjukkan PSIS tidak ingin terlalu lama berada di kasta kedua.

Setelah terdegradasi pada musim sebelumnya, manajemen memilih melakukan evaluasi menyeluruh dan membangun kembali skuad dengan perubahan di berbagai lini.

Penunjukan Widodo Cahyono Putro serta perekrutan sejumlah pemain yang pernah bekerja sama dengannya menjadi sinyal bahwa PSIS ingin membangun tim dengan fondasi yang telah teruji.

Chemistry antara pelatih dan pemain diharapkan dapat mempercepat proses adaptasi. Di sisi lain, perpaduan pemain senior, talenta lokal, dan pemain asing seperti Deri Corfe membuat komposisi skuad PSIS semakin beragam.

Dengan aktivitas transfer yang agresif, PSIS Semarang kini menjadi salah satu klub yang paling menarik perhatian di Pegadaian Championship 2026/2027.

Publik sepak bola nasional tentu menanti hasil dari perombakan besar tersebut.

Jika para pemain anyar mampu beradaptasi dengan cepat dan tampil konsisten, peluang Mahesa Jenar untuk bersaing di papan atas sekaligus memburu tiket promosi ke Liga 1 semakin terbuka. (dka/him)

Editor : Abdul Rochim
Pegadaian Championship 2026/2027 transfer PSIS Semarang bursa transfer Liga 2 psis semarang widodo cahyono putro