RADAR PATI - Gelombang penolakan terhadap rencana penjualan hak komersial Piala Dunia kini menempatkan Presiden FIFA, Gianni Infantino, di ambang krisis kepemimpinan terbesar dalam karirnya. Tekanan agar pria berusia 56 tahun tersebut mengundurkan diri terus menguat.
Meski berhasil bertahan dalam jangka pendek, posisi Infantino dipastikan membara menuju Pemilihan Presiden FIFA 2027. Sebagai gambaran, Infantino memegang kendali FIFA sejak 2016 menggantikan Sepp Blatter pascaskandal korupsi besar.
Ia bahkan telah mengubah statuta yang memungkinkan dirinya bertengger di pimpinan tertinggi hingga 2031, setelah sebelumnya melenggang tanpa perlawanan pada Pemilu 2019 dan 2023.
Baca Juga: UEFA dan AFC Sambut Pembatalan Rencana Penjualan Saham Piala Dunia oleh FIFA
Namun, peta politik kini berubah drastis. Penasihat senior FIFA, Carlos Cordeiro, memilih lepas jabatan. Di saat bersamaan, UEFA dilaporkan tengah merapatkan barisan untuk mengusung kandidat tandingan demi menyegel kejatuhan Infantino tahun depan.
Berikut lima sosok potensial yang digadang-gadang siap menggoyahkan dominasi Infantino:
1. Aleksander Ceferin (Presiden UEFA)
Presiden UEFA sejak 2016 ini menjadi figur paling vokal dalam menentang kebijakan FIFA. Keretakan hubungannya dengan Infantino terlihat nyata saat Ceferin memilih absen di laga final Piala Dunia 2026, meskipun Timnas Spanyol bertanding. Meski Ceferin diproyeksikan memimpin UEFA hingga 2031, sumber internal menyebut pria asal Slovenia ini siap turun gunung ke bursa calon Presiden FIFA jika situasi mendesak dan tidak ada kandidat lain yang sanggup menandingi Infantino.
2. Nasser Al-Khelaifi (Presiden PSG & European Football Clubs)
Nama bos Paris Saint-Germain (PSG) ini mencuat berkat pengaruh besarnya di sepak bola Eropa, terutama setelah sukses membendung gagasan European Super League pada 2021. Walau juru bicaranya membantah ambisi Al-Khelaifi menuju pimpinan tertinggi FIFA, sejumlah pengamat menilai peluang pengusaha asal Qatar ini belum sepenuhnya tertutup jika konstelasi politik memungkingkannya maju.
Baca Juga: Rencana Ugal-ugalan FIFA Picu Perang dengan UEFA , Kenapa?
3. Arsene Wenger (Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA)
Mantan manajer legendaris Arsenal ini memiliki nilai plus berkat pemahamannya mendalam tentang teknis permainan dan tata kelola olahraga. Kendati saat ini menjabat di dalam kabinet Infantino sebagai Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, figur Wenger yang dihormati di seluruh dunia dinilai mampu menjadi "jalan tengah" jika mendapat dukungan lintas konfederasi.
4. Victor Montagliani (Presiden CONCACAF)
Pria asal Kanada ini sudah berulang kali masuk dalam radar bursa calon Presiden FIFA. Masa jabatannya sebagai pimpinan tertinggi CONCACAF akan berakhir tahun depan dan ia sedang membidik periode berikutnya. Namun, eskalasi krisis di tubuh FIFA bisa menjadi momentum bagi Montagliani untuk beralih mengejar kursi nomor satu di Zurich.
5. Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa (Presiden AFC)
Tokoh asal Bahrain yang menjabat sebagai Presiden AFC sekaligus Wakil Presiden Senior Dewan FIFA ini merupakan salah satu penentang keras skema komersialisasi Piala Dunia usulan Infantino. Sama halnya dengan Montagliani, Shaikh Salman akan menghadapi agenda pemilihan di tingkat konfederasi Asia tahun depan, yang diprediksi menjadi batu loncatan strategis jika ia memutuskan maju ke Pemilihan Presiden FIFA. (*)
Editor : Admin