RADAR PATI- Ketegangan antara Uni Sepak Bola Eropa (UEFA) dan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) memasuki babak baru. Konflik yang dipicu oleh rencana kontroversial penjualan saham turnamen Piala Dunia kepada pihak swasta kini bergeser dari meja perundingan ke ranah hukum.
UEFA secara resmi melayangkan surat peringatan keras kepada Presiden FIFA Gianni Infantino. Dalam surat tersebut, UEFA mengancam akan menempuh jalur peradilan, arbitrase, hingga pengaduan regulatori terkait proyek investasi berjuluk FIFA Forward Enterprise (FFE).
Selain Infantino, UEFA juga menyasar sejumlah nama dan lembaga besar yang terlibat dalam proyek tersebut, antara lain:
-
Arsene Wenger (Kepala Divisi Pengembangan Sepak Bola Global FIFA)
-
Mattias Grafström (Sekretaris Jenderal FIFA)
-
Kevin Lamour (Chief Operating Officer FIFA)
-
Joshua Kushner (Pendiri Thrive Capital / Thrive Eternal, adik dari menantu Donald Trump, Jared Kushner)
-
Greg Maffei (CEO Pan Ventures dan donor kampanye Donald Trump)
-
JP Morgan dan Open Economics (Selaku pihak perantara pencari investor)
Desakan Amankan Dokumen dan Peringatan Pemusnahan Bukti
Dalam dokumen resmi yang dipublikasikan oleh The Telegraph, UEFA meminta FIFA dan pihak-pihak terkait untuk segera mengidentifikasi serta mengamankan seluruh dokumen, data elektronik, dan materi yang berkaitan dengan proyek FFE. UEFA menegaskan bahwa instruksi ini bersifat mengikat dan berada di atas kebijakan internal penyimpanan dokumen yang dimiliki FIFA.
UEFA juga menyertakan peringatan keras mengenai sanksi hukum jika ditemukan adanya upaya pemusnahan, penghapusan, atau pengubahan bukti.
"Setiap bentuk penghapusan atau penyembunyian dokumen setelah diterimanya surat ini akan dikategorikan sebagai pemusnahan bukti. UEFA memegang hak untuk menuntut ganti rugi, meminta penerapan kesimpulan negatif di pengadilan, serta membebankan seluruh biaya hukum kepada pihak yang bertanggung jawab," tegas UEFA dalam surat tersebut.
FIFA diberikan tenggat waktu lima hari kerja untuk memberikan konfirmasi tertulis bahwa mereka telah menerima peringatan tersebut dan berkomitmen menjalankan instruksi pengamanan bukti.
Baca Juga: Meski Tak Lagi Melatih, Shin Tae-yong Tetap Doakan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Eskalasi Konflik dan Ancam Gelar Mosi Tidak Percaya
Proyek FIFA Forward Enterprise (FFE) menuai penolakan masif dari berbagai federasi kontinental dan nasional. Proyek ini dinilai bertentangan secara mendasar dengan prinsip-prinsip tata kelola dan kelangsungan olahraga sepak bola.
Meskipun Infantino telah memutuskan untuk membatalkan rencana penjualan saham turnamen FIFA tersebut pada Sabtu lalu akibat tekanan publik, UEFA tetap mengambil posisi keras.
Sebelumnya, sebanyak 55 federasi anggota UEFA mengancam akan memboikot gelaran Piala Dunia jika proyek FFE diteruskan. Tak hanya berhenti pada pembatalan proyek, UEFA kini secara terbuka menggalang dukungan untuk mengakhiri masa jabatan Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA.
Eskalasi internal FIFA semakin memanas setelah COO FIFA, Kevin Lamour, menyatakan secara terbuka bahwa dirinya bersama sejumlah pejabat FIFA "telah ditipu" terkait penyusunan proyek kontroversial tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak FIFA belum memberikan tanggapan resmi saat dikonfirmasi oleh The Telegraph. (*)
Editor : Admin