Safin Pati Sports School Minta Maaf atas Insiden Piala Soeratin U-17, Beri Sanksi Tegas kepada Pemain

Admin • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 13:28 WIB
Safin Pati Sports School Minta Maaf atas Insiden Piala Soeratin U-17, Beri Sanksi Tegas kepada Pemain
Safin Pati Sports School Minta Maaf atas Insiden Piala Soeratin U-17, Beri Sanksi Tegas kepada Pemain

 

PATI – Manajemen Safin Pati Sports School (SPSS) menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas insiden yang terjadi dalam pertandingan Piala Soeratin U-17 Zona Jawa Tengah 2026, Senin (27/7/2026).

 Permintaan maaf tersebut ditujukan kepada pemain BJL 2000 Rama Jangkar, keluarga besar tim BJL 2000, PSSI, serta seluruh pecinta sepak bola Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan melalui Official Statement yang dirilis SPSS sebagai respons atas insiden yang menuai perhatian publik. Dalam pernyataannya, manajemen menegaskan tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan dalam sepak bola.

 

Baca Juga: Suporter Persijap Sepakati Dukungan Damai, Tolak Flare dan Aksi Anarkis di Stadion

 

SPSS menyebut bahwa proses pembinaan di akademi tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknik bermain, tetapi juga pembentukan karakter, sikap (attitude), rasa hormat (respect), serta menjunjung tinggi nilai sportivitas.

"Safin Pati Sports School tidak mentolerir segala bentuk kekerasan dalam sepak bola. Kami dalam pembinaan tidak hanya mengedepankan kemampuan dari sisi sepak bola saja, namun juga selalu menekankan pembentukan attitude, karakter, respect, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas," demikian isi pernyataan resmi tersebut.

Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak sekolah memutuskan menjatuhkan sanksi disiplin berat kepada pemain yang terlibat dalam insiden tersebut dengan mengembalikan proses pembinaannya kepada orang tua. SPSS menilai kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.

Selain itu, manajemen SPSS juga menyampaikan keprihatinan atas cedera yang dialami Rama Jangkar. Mereka menyatakan siap bertanggung jawab membantu proses pengobatan hingga pemain BJL 2000 tersebut pulih dan dapat kembali beraktivitas.

Dalam pernyataannya, SPSS juga menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada pihak yang berwenang untuk diproses secara profesional.

Di akhir pernyataan, Safin Pati Sports School berharap insiden tersebut menjadi pembelajaran bagi seluruh insan sepak bola untuk terus menjunjung sportivitas, mengendalikan emosi, serta menjaga persaudaraan di dalam maupun di luar lapangan. Manajemen juga mengucapkan terima kasih atas pengertian dari semua pihak

 

Baca Juga: Sepakbola Api Meriahkan Sedekah Bumi Desa Kawak Jepara Ternyata Sudah Satu Dekade

Editor : Admin
safin pati fc Kabupaten Pati sepakbola