BOGOR – Timnas Indonesia kembali mengusung ambisi mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara Piala AFF 2026.
Setelah enam kali gagal di partai final selama tiga dekade terakhir, skuad Garuda berharap edisi ke-16 turnamen ini menjadi momentum untuk mencetak sejarah.
Langkah pertama akan dimulai saat Indonesia menghadapi Kamboja pada laga perdana Grup A di Stadion Pakansari, Bogor, malam ini.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, skuad asuhan John Herdman membidik tiga poin sebagai modal penting dalam perburuan tiket ke babak berikutnya.
Baca Juga: Prediksi Starting XI Indonesia di Piala AFF 2026: Mitchell Striker Andalan Lini Serang
Optimisme menyelimuti kubu Garuda berkat hasil positif sejak ditangani Herdman.
Dalam empat laga internasional, Indonesia membukukan tiga kemenangan atas Saint Kitts and Nevis, Oman, serta Mozambik.
Satu-satunya kekalahan dialami saat menghadapi Bulgaria dengan skor tipis 0-1.
Tak hanya produktif, lini belakang Indonesia juga menunjukkan perkembangan. Garuda hanya kebobolan satu gol dan mencatat tiga clean sheet, menandakan organisasi pertahanan mulai terbentuk dengan baik.
Perkembangan itu terus diasah selama hampir tiga pekan pemusatan latihan di Bali. Herdman menilai persiapan tidak hanya difokuskan pada aspek taktik, tetapi juga membangun kekompakan dan hubungan antarpemain.
"Semangat tim sangat bagus. Secara taktis kami melihat perkembangan yang positif. Tim semakin kompak, baik di dalam maupun di luar lapangan," ujar Herdman.
Pada Piala AFF kali ini, Herdman tidak membawa sebagian besar pemain Indonesia yang berkarier di Eropa.
Hanya Marselino Ferdinan dan Justin Hubner yang masuk skuad. Selain karena turnamen tidak masuk kalender FIFA, pelatih asal Inggris itu ingin membangun fondasi tim bersama para pemain yang mengikuti pemusatan latihan sejak awal.
Kiper Timnas Indonesia Nadeo Argawinata mengatakan fokus utama selama pemusatan latihan adalah memperkuat koneksi antarpemain dan staf pelatih sebagai bekal menghadapi turnamen.
"Fondasi tim menjadi fokus utama selama di Bali. Kami ingin membangun chemistry yang kuat agar permainan semakin solid," katanya.
Meski demikian, target utama tetap jelas. Seluruh pemain ingin mengakhiri penantian panjang Indonesia yang belum pernah meraih trofi Piala AFF.
"Target kami tentu menjadi juara. Setelah 30 tahun, kami ingin akhirnya bisa mengangkat trofi," ujar Nadeo.
Di sisi lain, Kamboja datang ke Bogor dalam kondisi kurang ideal.
Pelatih Koji Gyotoku mengungkapkan timnya memiliki waktu persiapan yang sangat singkat setelah menjalani laga pembuka Grup A melawan Singapura.
Meski demikian, Herdman menegaskan Indonesia tidak akan meremehkan lawan.
Menurutnya, Kamboja merupakan tim yang disiplin dan telah memiliki keuntungan ritme pertandingan karena sudah memainkan satu laga.
"Kamboja adalah tim yang terorganisasi dengan baik. Namun fokus kami tetap pada identitas permainan, chemistry, dan perkembangan tim sendiri," kata Herdman.
Sementara itu, kondisi Marselino Ferdinan masih terus dipantau tim medis setelah mengalami benturan saat latihan. Herdman berharap gelandang Oxford United tersebut dapat segera pulih dan siap tampil bila dinyatakan fit. (*/him)
Editor : Abdul Rochim