JEPARA – Perwakilan suporter Persijap Jepara menandatangani kesepakatan bersama dengan Pemerintah Kabupaten Jepara sebagai bentuk komitmen menciptakan iklim sepak bola yang aman, tertib, dan sportif.
Kesepakatan tersebut juga menjadi langkah bersama untuk mendukung kemajuan Persijap secara berkelanjutan menjelang bergulirnya kompetisi.
Penandatanganan kesepakatan bersama tersebut berlangsung di Jepara, Minggu (26/7/2026). Dokumen ditandatangani oleh perwakilan suporter dan diketahui Wakil Bupati Jepara, M. Ibnu Hajar.
Baca Juga: Bentrokan Suporter di GBK Jepara, Persijap Jepara Kena Sanksi 5 Laga Tanpa Penonton
Dalam berita acara kesepakatan bersama disebutkan bahwa seluruh pihak berkomitmen mendukung terciptanya atmosfer sepak bola yang kondusif serta menjaga nama baik Persijap di setiap pertandingan maupun kegiatan resmi lainnya.
Salah satu poin kesepakatan menyatakan bahwa suporter siap memberikan dukungan penuh kepada Persijap dalam kondisi apa pun, baik saat meraih kemenangan maupun mengalami kekalahan.
Dukungan tersebut diwujudkan dengan hadir dan memenuhi stadion pada setiap laga kandang sebagai bentuk loyalitas kepada tim.
Selain itu, suporter juga berkomitmen menjaga ketertiban, keamanan, serta kehormatan Persijap dengan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan klub.
Dalam dokumen tersebut ditegaskan bahwa suporter tidak akan melakukan aksi anarkisme, provokasi, perusakan fasilitas, pelemparan benda, penyalaan flare, petasan, kembang api, maupun bentuk pelanggaran lain yang berpotensi menimbulkan sanksi dari operator kompetisi maupun pihak berwenang.
Baca Juga: Rumor Persijap Bakal Dibawa ke Jawa Barat Mencuat, Pemkab Jepara Diminta Setor Modal 12 Miliar?
Kesepakatan itu dilandasi semangat persaudaraan, rasa memiliki terhadap klub, dan tanggung jawab bersama untuk menjaga citra Persijap selama mengikuti kompetisi resmi.
Pemerintah Kabupaten Jepara berharap komitmen yang telah disepakati dapat menjadi pedoman bagi seluruh elemen suporter dalam menciptakan budaya mendukung tim secara positif, sehingga Persijap dapat berlaga dengan dukungan yang aman, tertib, dan sportif di setiap pertandingan.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, sinergi antara pemerintah daerah, manajemen klub, dan suporter diharapkan semakin kuat dalam mendukung prestasi Persijap sekaligus mewujudkan atmosfer sepak bola yang nyaman bagi seluruh masyarakat.
Diketahui pada musim 2025/2026 lalu, Persijap cukup banyak mendapat sanksi. Antara lain saat penonton memasuki lapangan, hingga bentrok dengan suporter Persis Solo, yang membuat tim menerima denda hingga sanksi menyelenggarakan pertandingan tanpa penonton, meskipun akhirnya Komdis PSSI memberikan keringanan hukuman.
Editor : Admin