Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Sepak Bola Putri Usia Dini di Kudus Dinilai Berkembang Pesat, Jacksen Soroti Talenta Baru

Galih Erlambang Wiradinata • Sabtu, 4 Juli 2026 | 11:04 WIB
Legenda sepakbola Indonesia, Jacksen F Tiago. (GALIH ERL/RADAR PATI)
Legenda sepakbola Indonesia, Jacksen F Tiago. (GALIH ERL/RADAR PATI)

KUDUS – Perkembangan sepak bola putri usia dini di Indonesia dinilai menunjukkan tren yang semakin positif.

Hal itu disampaikan Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge (MSC), Jacksen F. Tiago, usai memantau penampilan para peserta dalam ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026 yang berlangsung di Kudus.

Menurut Jacksen, turnamen tersebut menjadi wadah lahirnya banyak pemain muda berbakat yang memiliki potensi untuk berkembang hingga level nasional apabila mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan.

Baca Juga: MilkLife Soccer Challenge : All-Stars Kudus Lolos ke Semifinal, Siap Tantang Surabaya

"Saya melihat banyak talenta baru yang muncul. Beberapa pemain memiliki kualitas yang sangat baik dan menunjukkan potensi besar untuk berkembang," ujarnya.

Selama turnamen berlangsung, Jacksen mencatat sejumlah pemain yang tampil menonjol.

Di antaranya penyerang tim Solo Ika Wonda, gelandang Kudus Sabrina Dwi Ristiyana, gelandang Tangerang Rayna Picessa, serta bek Jakarta Hafizah Lubna.

Meski demikian, mantan pelatih Persipura Jayapura itu menegaskan bahwa potensi tidak hanya dimiliki empat pemain tersebut.

Menurutnya, hampir setiap tim peserta memiliki pemain bertalenta yang dapat berkembang apabila memperoleh sistem pembinaan yang tepat.

Ia optimistis para pemain muda tersebut dapat menjadi tulang punggung Tim Nasional Putri Indonesia dalam lima hingga tujuh tahun mendatang.

"Dengan pembinaan yang konsisten, sistem yang baik, dan program yang jelas, saya yakin lima hingga tujuh tahun ke depan mereka bisa menjadi tulang punggung Timnas Indonesia," katanya.

Jacksen menilai pembinaan melalui MilkLife Soccer Challenge menjadi fondasi penting bagi perkembangan sepak bola putri nasional karena menyasar pemain sejak usia sekolah dasar.

Ia juga mengapresiasi komitmen Bakti Olahraga Djarum Foundation yang dinilai membangun ekosistem pembinaan secara berjenjang.

Setelah MilkLife Soccer Challenge untuk tingkat sekolah dasar, pembinaan dilanjutkan melalui Hydroplus Soccer League bagi pelajar SMP hingga Campus League untuk tingkat SMA.

Menurutnya, keberlanjutan kompetisi tersebut menjadi modal penting agar para pemain terus berkembang sebelum memasuki level profesional maupun tim nasional.

"Artinya ada jalur pembinaan yang berkesinambungan. Para pemain bisa terus berkembang hingga usia remaja sebelum memasuki level yang lebih tinggi," ujarnya.

Jacksen mengaku konsep pembinaan jangka panjang tersebut menjadi alasan dirinya bergabung dalam program MilkLife Soccer Challenge.

Ia berharap sistem yang telah dibangun mampu melahirkan lebih banyak pemain berkualitas untuk memperkuat sepak bola putri Indonesia di masa mendatang. (gal/him)

Editor : Abdul Rochim
#Jacksen F Tiago #Timnas Putri Indonesia #sepak bola putri #kudus #Milklife Soccer Challenge