PATI – Persipa Pati mulai menyusun strategi menghadapi Liga 3 Nusantara musim 2026/2027.
Sebelum membentuk skuad, manajemen memilih membenahi struktur organisasi dan tim pelatih.
Seleksi pemain dijadwalkan dimulai pada pertengahan Agustus dengan target membawa Laskar Saridin bersaing hingga empat besar.
CEO Persipa Pati, Rafi Arifin, mengatakan fokus utama manajemen saat ini adalah menyelesaikan penyusunan jajaran manajemen dan pelatih.
Baca Juga: Safin Futsal Club Pati: Kekuatan dari Pantura, Ini Deretan Prestasi Daerah hingga Asia
Hingga kini, nama pelatih kepala yang akan memimpin tim musim depan masih belum diumumkan.
"Saat ini kami masih merapikan jajaran manajemen dan pelatih. Untuk siapa pelatihnya nanti belum bisa kami sampaikan. Yang jelas kami akan mencari sosok terbaik untuk membawa Persipa menjalani Liga 3 Nusantara musim depan," ujarnya.
Menurut Rafi, Persipa tidak ingin mengulangi pola persiapan musim lalu yang dinilai terlalu dini.
Manajemen menilai waktu latihan yang terlalu panjang justru kurang efektif sehingga seleksi pemain baru akan dimulai pada pertengahan Agustus.
Selain menggelar seleksi terbuka, Persipa juga mulai memetakan sejumlah pemain yang diproyeksikan menjadi kerangka utama tim.
Manajemen menargetkan merekrut lima hingga tujuh pemain inti sebagai fondasi skuad menghadapi kompetisi.
Meski jadwal resmi Liga 3 Nusantara belum diumumkan operator kompetisi, Persipa memperkirakan musim baru akan dimulai pada akhir Oktober atau awal November 2026.
Dengan perkiraan tersebut, tim memiliki waktu persiapan sekitar dua hingga tiga bulan.
"Kami berharap memiliki waktu persiapan sekitar dua sampai tiga bulan. Perkiraan kami kompetisi dimulai akhir Oktober atau awal November, sehingga Agustus menjadi waktu yang tepat untuk memulai persiapan," jelasnya.
Menghadapi musim baru, Persipa memasang target lebih tinggi dibanding musim sebelumnya.
Setelah nyaris terdegradasi pada Liga 3 musim 2025/2026, manajemen berharap tim mampu bangkit dan bersaing di papan atas.
"Target kami minimal bisa masuk delapan besar, syukur-syukur bisa mencapai empat besar," tegas Rafi.
Pada musim 2025/2026, Persipa tampil kurang maksimal. Dari 10 pertandingan di Grup A, Laskar Saridin hanya meraih dua kemenangan, dua hasil imbang, dan enam kekalahan sehingga harus berjuang keras menghindari degradasi.
Pengalaman tersebut menjadi evaluasi penting bagi manajemen dalam membangun tim yang lebih kompetitif pada musim mendatang. (aua)