
JEPARA – Persijap Jepara mulai kehilangan sejumlah pemain pilar menjelang bergulirnya kompetisi Liga 1 musim 2026/2027.
Setelah memastikan bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Laskar Kalinyamat kini menghadapi fase perombakan skuad dengan ditinggal beberapa pemain serta anggota staf pelatih.
Penyerang asal Brasil, Carlos Franca, menjadi nama pertama yang mengakhiri kebersamaannya dengan Persijap. Top scorer tim musim lalu itu mencatatkan 10 gol dan tiga assist sebelum memutuskan melanjutkan karier bersama FC Ararat di Armenia.
Baca Juga: NEGOSIASI ALOT, Sejumlah Pemain Persijap Jepara Minta Gaji Naik hingga Tiga Kali Lipat
Tak lama berselang, gelandang Dicky Kurniawan juga resmi hengkang dan bergabung dengan Persebaya Surabaya.
Dua pemain lainnya, yakni bek asal Prancis Aly Ndom dan gelandang Wahyudi Hamisi, turut mengakhiri kontraknya bersama Persijap.
Selain pemain, pelatih kiper Yoo Jae-hoon juga dipastikan tidak lagi menjadi bagian dari tim.
Meski hanya tiga bulan mendampingi skuad Persijap, mantan penjaga gawang Timnas Indonesia itu mengaku memperoleh pengalaman berharga selama berada di Jepara.
"Saya merasa terhormat pernah menjadi bagian dari keluarga besar Persijap. Terima kasih kepada manajemen, official, Coach Mario, staf pelatih, dan seluruh pemain atas kebersamaan selama ini," ujarnya.
Yoo menegaskan akan tetap memberikan dukungan kepada Persijap meski tidak lagi bertugas sebagai pelatih.
"Di mana pun saya berada nanti, saya akan selalu mendukung Persijap. Semoga tim ini terus meraih kesuksesan," tambahnya.
Sementara itu, Aly Ndom menyebut keputusan berpisah diambil secara profesional.
Bek tengah yang bergabung pada putaran kedua Liga 1 itu tampil dalam 11 pertandingan dan menjadi salah satu andalan di lini pertahanan.
"Dukungan klub dan suporter sangat luar biasa. Saya diterima seperti keluarga sendiri. Saya hanya berharap bisa bermain lebih banyak untuk membalas kepercayaan yang telah diberikan," ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Wahyudi Hamisi. Menurutnya, momen paling berkesan selama membela Persijap adalah saat menghadapi Persita Tangerang di penghujung musim, laga yang memastikan Persijap tetap bertahan di Liga 1.
Di tengah banyaknya pemain yang hengkang, manajemen Persijap belum mengumumkan nama-nama pemain baru.
Proses negosiasi disebut masih berlangsung, termasuk dengan beberapa pemain asing dan pemain inti yang diharapkan tetap bertahan.
Beredar kabar, sejumlah negosiasi menemui jalan buntu karena adanya permintaan kenaikan nilai kontrak hingga dua sampai tiga kali lipat.
Meski demikian, manajemen memilih bergerak senyap dalam menyusun komposisi skuad musim depan agar proses pembentukan tim berjalan lebih matang.
Presiden Persijap, M. Iqbal Hidayat, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain yang telah mengakhiri kerja sama dengan klub.
"Kami berterima kasih atas kontribusi, kerja keras, dan profesionalisme yang telah diberikan selama membela Persijap. Semoga perjalanan karier mereka semakin sukses di masa mendatang," katanya.
Ia menegaskan perpisahan merupakan bagian dari dinamika sepak bola profesional. Persijap akan terus melangkah mempersiapkan tim terbaik untuk menghadapi persaingan Liga 1 musim 2026/2027. (fik/him)