KUDUS – Persiku Kudus dipastikan tergabung di Grup Barat Liga 2 musim 2026/2027.
Tim berjuluk Macan Muria itu kembali akan bertemu rival lamanya, PSIS Semarang, dalam persaingan memperebutkan tiket ke babak berikutnya.
Pada musim lalu, Persiku dan PSIS berada di Grup Timur.
Namun berdasarkan pembagian grup yang ditetapkan operator kompetisi musim ini, kedua tim ditempatkan di Grup Barat.
Selain Persiku dan PSIS, Grup Barat juga dihuni oleh Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, PSPS Pekanbaru, Semen Padang FC, FC Bekasi City, PSGC Ciamis, dan Persikad Depok.
Direktur PT Resmi, Abdul Fuad Amirul Adha, membenarkan hasil pembagian grup tersebut. Menurutnya, penempatan Persiku dan PSIS di Grup Barat merupakan keputusan operator kompetisi.
“Pengundian ini sudah ditetapkan oleh LIB. Kami dan Semarang dianggap berada di wilayah barat,” ujarnya.
Fuad mengatakan manajemen saat ini masih melakukan pemetaan kekuatan lawan yang akan dihadapi sepanjang musim.
Namun berkaca pada kompetisi musim lalu, persaingan di Grup Barat diprediksi berlangsung sangat kompetitif.
Beberapa tim yang dinilai patut diwaspadai antara lain Persiraja Banda Aceh, FC Bekasi City, dan Sumsel United yang musim lalu tampil cukup konsisten dalam perebutan papan atas klasemen.
FC Bekasi City menutup musim sebelumnya di posisi ketiga dengan koleksi 44 poin.
Sementara Sumsel United berada di peringkat keempat dengan 42 poin, sedangkan Persiraja menempati posisi kelima dengan raihan 40 poin.
“Kami masih membahas pemetaan klub-klub yang perlu diwaspadai,” katanya.
Di sisi lain, perpindahan ke Grup Barat diperkirakan tidak akan memberikan perbedaan signifikan terhadap biaya perjalanan tim selama kompetisi berlangsung.
Menurut Fuad, biaya transportasi lawatan tandang diprediksi hampir sama dengan saat Persiku berada di Grup Timur musim lalu.
Sebagai perbandingan, pada Liga 2 musim 2025/2026 Persiku harus menjalani perjalanan jauh ke sejumlah daerah, termasuk bertandang ke markas Persipura Jayapura di Papua.
Selain itu, Persiku juga menjalani laga tandang ke Balikpapan, Samarinda, dan Palu.
Dengan pengalaman tersebut, manajemen menilai perpindahan ke Grup Barat tidak akan terlalu memengaruhi anggaran perjalanan tim selama mengarungi kompetisi musim 2026/2027.(gal)