
KUDUS – Persiku Kudus masih belum menentukan stadion yang akan dijadikan kandang untuk mengarungi Liga 2 musim 2026/2027.
Manajemen saat ini tengah mengkaji sejumlah opsi homebase menyusul rencana renovasi Stadion Wergu Wetan tahun ini.
Akibat renovasi tersebut, tim berjuluk Macan Muria dipastikan kembali menjadi tim musafir pada musim depan.
Baca Juga: LAGA PENENTUAN JUARA, Persijap Jepara Jegal Persib Bandung?
Kondisi serupa sebenarnya pernah dialami Persiku pada kompetisi Liga 2 musim 2025/2026 lalu.
Saat itu, Persiku sempat menggunakan Stadion Sriwedari, Surakarta, ketika menjamu Persela Lamongan pada laga malam hari karena Stadion Wergu Wetan belum memenuhi syarat untuk pertandingan malam.
Selain itu, Persiku juga pernah memakai Stadion Surajaya, Lamongan, saat menghadapi Deltras FC.
Pertandingan tersebut digelar di luar Kudus karena Stadion Wergu Wetan sedang menjalani pengujian kekuatan tanah oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Dari dua laga kandang di luar daerah tersebut, Persiku mencatatkan satu kemenangan dan satu kekalahan. Kemenangan diraih saat menundukkan Persela Lamongan 1-0, sedangkan saat menghadapi Deltras FC, Persiku kalah dengan skor 1-2.
Direktur Utama PT Resmi, Abdul Fuad Amirul Adha, mengatakan pihak manajemen masih membahas stadion yang paling tepat digunakan untuk musim depan.
Baca Juga: Santer Dirumorkan Igor Costa Hijrah ke Klub Liga Irak, Manajemen Persiku Kudus: Itu Tidak Benar!
Beberapa stadion pun masuk dalam daftar pertimbangan.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah Stadion Moch Soebroto di Magelang karena dinilai masih cukup dekat secara geografis dengan Kudus.
Selain itu, manajemen juga mempertimbangkan stadion di Jawa Barat seperti Stadion Pakansari maupun Stadion Cibinong.
“Kami masih melakukan kajian dan akan kembali membahasnya bersama investor baru terkait homebase Persiku,” ujarnya.
Di sisi lain, kelompok suporter meminta Persiku tetap bermarkas di wilayah Jawa Tengah agar memudahkan pendukung menyaksikan pertandingan kandang secara langsung.
Ketua SMM Kudus, Krisna Andrian, menilai apabila Persiku memilih homebase di Jawa Barat, hal itu akan memberatkan suporter karena jarak tempuh yang cukup jauh.
“Kalau bermain di Jawa Barat cukup memberatkan karena laga kandang terasa seperti laga tandang,” katanya. (gal)