KUDUS - Manajemen Persiku Kudus mulai melakukan pembenahan usai menjalani musim Liga 2 2025/2026.
Salah satu langkah yang diambil adalah mengakhiri kerja sama dengan pelatih sebelumnya, Alfiat, dan menunjuk Bambang Pujo Sumantri sebagai juru taktik baru.
Di belakang Bambang, terdapat Direktur Teknik Marcos Guilermo Samso asal Argentina yang dinilai berperan penting dalam memperbaiki performa tim secara bertahap.
Baca Juga: Meski Dipastikan Bertahan di Liga 2, Persiku Kudus Tetap Targetkan Hasil Maksimal Lawan Deltras FC
Kehadirannya membawa perubahan positif bagi Persiku yang bermarkas di Stadion Wergu Wetan.
Performa tim juga terdongkrak setelah masuknya sejumlah pemain baru pada bursa transfer kedua, termasuk playmaker Caique Souza.
Penyerang asal Brasil tersebut mampu memberikan variasi serangan sekaligus menjadi pemecah kebuntuan di lini depan.
Pengamat sekaligus suporter Persiku dari Guntur Ska Core, Guntur, mengapresiasi perjuangan tim yang berhasil bertahan di Liga 2.
Menurutnya, sebagai tim promosi, pencapaian tersebut sudah cukup membanggakan.
“Sejak awal kami tidak berekspektasi tinggi. Bertahan di Liga 2 saja sudah luar biasa, apalagi persaingan cukup ketat dengan banyak tim yang punya kekuatan finansial besar,” ujarnya.
Ia menilai secara realistis Persiku bisa menargetkan posisi papan tengah pada musim depan.
Dalam dua musim terakhir, tim berjuluk Macan Muria itu masih berkutat di papan bawah klasemen.
Guntur juga menyoroti performa striker Igor Costa yang dinilai konsisten dan menjadi ancaman bagi lawan.
Ia merekomendasikan agar pemain asal Brasil tersebut tetap dipertahankan.
Selain Igor Costa, beberapa pemain lain seperti Caique Souza, Hugo Samir, dan Aldo Claudio juga dinilai layak menjadi bagian skuad musim depan.
Baca Juga: BELUM KALAH, EPA Persiku Melaju ke Babak Delapan Besar
Namun, tantangan besar menanti Persiku. Stadion Wergu Wetan yang sedang direnovasi total membuat tim harus menjalani laga kandang di tempat lain atau menjadi “tim musafir”.
Dengan kondisi tersebut, manajemen diminta memasang target realistis, yakni tetap bertahan di Liga 2.
Selain itu, konsistensi permainan juga perlu ditingkatkan agar tidak kembali mengalami start lambat seperti musim sebelumnya. (*/him)