JEPARA — Persijap Jepara dipastikan tetap menjalani hukuman pertandingan tanpa penonton, namun dengan jumlah laga yang lebih sedikit setelah proses banding.
Sanksi ini merupakan dampak bentrokan suporter Laskar Kalinyamat dengan pendukung Persis Solo di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK).
Dalam keputusan terbaru, hukuman yang semula lima laga kandang tanpa penonton dipangkas menjadi dua pertandingan kandang terdekat sejak putusan banding diterbitkan.
Baca Juga: Ambisi Raih Hasil Positif, Persijap Jepara Siap Tantang Persik Kediri Awal April
Selain itu, sebagian stadion juga ditutup, yakni Tribun Utara dan Tribun Selatan, selama dua laga tersebut.
Pada pertandingan dengan kehadiran penonton terbatas, suporter yang datang juga tidak diperkenankan mengenakan maupun membawa atribut klub.
Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga kondusivitas pertandingan sekaligus mencegah potensi kericuhan lanjutan.
Baca Juga: HASIL AKHIR Persiku Kudus vs Tornado FC 1-0: Sundulan Igor Costa Bawa Laskar Macan Muria Menang
Sebelumnya, Persijap dijatuhi sanksi lima pertandingan kandang tanpa penonton serta denda Rp 195 juta akibat insiden bentrokan yang terjadi usai laga melawan Persis Solo pada Kamis (5/3).
Kericuhan melibatkan oknum suporter kedua tim yang memicu ketegangan di luar stadion.
Tak hanya Persijap, Persis Solo juga menerima sanksi berupa lima pertandingan kandang tanpa penonton serta denda Rp 135 juta akibat perilaku suporternya yang merusak fasilitas stadion dan menyalakan petasan.
Manajemen Persijap menyatakan menghormati proses yang berjalan di Komisi Disiplin PSSI sebagai bagian dari komitmen menjaga integritas kompetisi sepak bola nasional.
Dengan adanya pengurangan sanksi ini, Persijap diharapkan tetap mampu menjaga performa meski dukungan suporter di tribun terbatas.
Klub juga mengajak seluruh pendukung untuk tetap memberikan dukungan secara positif dan menjaga sportivitas demi terciptanya suasana sepak bola yang aman dan damai.
Editor : Abdul Rochim