KUDUS – Persiku Kudus menunjukkan permainan spartan dan pantang menyerah saat menghadapi Barito Putera di Stadion 17 Mei, Banjarmasin.
Meski mendapat tekanan dari luar lapangan, skuad Macan Muria tetap mampu menjaga fokus dan menunjukkan mental bertanding yang kuat hingga akhir laga.
Pelatih Persiku Bambang Pujo Sumantri mengungkapkan adanya tekanan dari oknum suporter tuan rumah.
Baca Juga: Ini Hitung-Hitungan Sisa 5 Laga Persiku Kudus Lolos dari Degradasi, Laga Kandang Jadi Penentu!
Namun kondisi tersebut tidak memengaruhi performa pemain di lapangan.
Igor dan rekan-rekannya tetap bermain lepas meski sempat tertinggal satu gol lebih dulu.
”Teror di luar lapangan itu tidak berpengaruh bagi anak-anak, mereka enjoy dan malah ingin membuktikan kepada publik Banjarmasin,” katanya.
Semangat juang pemain terlihat hingga menit akhir pertandingan.
Bambang menilai mental bertanding skuad Persiku semakin matang dan tidak mudah goyah meski berada dalam situasi kurang menguntungkan.
”Mereka mau berjuang hingga akhir pertandingan, dan ini membuahkan hasil,” jelasnya.
Menurut Bambang, pada putaran ketiga kompetisi Pegadaian Championship, terjadi perkembangan signifikan baik dari sisi permainan maupun penerapan taktik.
Para pemain menunjukkan komitmen tinggi untuk bertahan di setiap pertandingan dengan menganggap setiap laga sebagai partai final.
Saat ini Persiku masih memiliki lima pertandingan tersisa di putaran ketiga.
Persiku akan menghadapi Kendal Tornado FC pada Sabtu (4/4) di Stadion Wergu Wetan, kemudian melawan PSIS Semarang pada Sabtu (11/4) di kandang.
Laga kandang terakhir dijadwalkan menghadapi Deltras FC pada Minggu (26/4).
Sementara laga tandang akan dijalani melawan PSS Sleman pada Senin (20/4) dan Persipura Jayapura pada Sabtu (2/5).
Hingga saat ini Persiku berada di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan raihan 23 poin, unggul atas PSIS Semarang yang mengoleksi 19 poin.