Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Bentrokan Suporter di GBK Jepara, Persijap Jepara Kena Sanksi 5 Laga Tanpa Penonton

Abdul Rochim • Sabtu, 21 Maret 2026 | 13:53 WIB
Pemain Persijap berduel dengan pemain tim lawan.
Pemain Persijap berduel dengan pemain tim lawan.

JEPARA — Atmosfer Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara yang biasanya dipenuhi sorak sorai suporter dipastikan akan berubah dalam beberapa pertandingan ke depan.

Persijap Jepara dijatuhi sanksi berupa lima pertandingan kandang tanpa penonton serta denda sebesar Rp 195 juta.

Hukuman ini merupakan dampak dari bentrokan yang melibatkan oknum suporter Persijap dengan Persis Solo dalam laga yang berlangsung Kamis (5/3).

Baca Juga: Persijap Jepara Disanksi Komdis PSSI: Denda Rp195 Juta dan 5 Laga Kandang Tanpa Penonton

Kericuhan terjadi usai pertandingan antara dua tim besar asal Jawa Tengah tersebut.

Rivalitas yang semula berlangsung di dalam lapangan meluas hingga ke luar stadion dan memicu konflik antar kelompok suporter.

Sanksi tersebut diputuskan melalui mekanisme disiplin kompetisi sepak bola nasional.

Bagi Persijap, hukuman ini menjadi pukulan berat mengingat dukungan suporter di GBK selama ini menjadi salah satu kekuatan utama tim berjuluk Laskar Kalinyamat.

Meski demikian, manajemen Persijap memilih bersikap terbuka dan menghormati keputusan yang diambil oleh Komisi Disiplin PSSI sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban kompetisi.

Chief Media Officer Persijap, Xenia Veryano, menyampaikan bahwa Persijap dan Persis Solo sejatinya memiliki tujuan yang sama dalam mengembangkan sepak bola daerah.

“Pada dasarnya Persijap Jepara dan Persis Solo memiliki tujuan yang sama, yaitu memajukan sepak bola di Jawa Tengah. Kami melihat Persis bukan hanya sebagai rival, tetapi juga sebagai saudara dalam ekosistem sepak bola daerah,” ujarnya.

Manajemen menegaskan bahwa sportivitas dan persaudaraan tetap menjadi nilai utama yang dijunjung tinggi.

Rivalitas di lapangan dinilai sebagai bagian dari dinamika olahraga, namun hubungan di luar pertandingan harus tetap harmonis.

Insiden ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh elemen sepak bola nasional, termasuk komunitas suporter.

Kedewasaan dalam mendukung tim dinilai penting agar pertandingan tetap aman dan kondusif.

Persijap juga mengingatkan bahwa sepak bola sejatinya merupakan sarana pemersatu. Dukungan yang positif serta rasa saling menghormati menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan olahraga ini.

Selain Persijap, Persis Solo juga menerima sanksi serupa. Usai laga tandang di GBK Jepara pada pekan ke-24, tim berjuluk Laskar Sambernyawa tersebut dijatuhi hukuman lima pertandingan kandang tanpa penonton.

Tak hanya itu, Persis Solo juga dikenai denda sebesar Rp 135 juta akibat perilaku suporter yang merusak fasilitas stadion serta menyalakan petasan ke arah suporter Persijap.

Editor : Abdul Rochim
#sepak bola Indonesia #bentrokan suporter #sanksi PSSI #denda Persijap #kerusuhan stadion #suporter bola #disiplin PSSI #sepak bola Jawa Tengah #tanpa penonton #gbk jepara #laskar kalinyamat #laskar sambernyawa #persis solo #persijap jepara #liga indonesia