RADAR KUDUS - Pertandingan antara PSIM Yogyakarta dan Persijap Jepara menghadirkan drama sepak bola yang penuh dinamika.
Laga yang digelar di Stadion Sultan Agung, Rabu (11/3/2026), berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal dengan sejumlah peluang berbahaya dari kedua tim.
Pertarungan ini tidak hanya menampilkan tiga gol di babak pertama, tetapi juga menghadirkan momen tak biasa ketika pertandingan sempat dihentikan akibat gangguan penerangan stadion.
Meski demikian, pertandingan tetap berjalan menarik dengan tekanan yang silih berganti.
Dalam duel tersebut, PSIM menunjukkan karakter kuat setelah sempat tertinggal lebih dahulu dari tim tamu.
Persijap Membuka Keunggulan Lebih Awal
Sejak awal pertandingan, Persijap tampil agresif dan langsung mencoba menekan lini pertahanan tuan rumah.
Strategi menyerang itu akhirnya membuahkan hasil ketika mereka berhasil memecah kebuntuan lebih dulu.
Gol pembuka diciptakan oleh penyerang Persijap, Bruno Martinez.
Pemain tersebut mampu memaksimalkan umpan matang dari Diogo Brito yang mengarah ke area berbahaya di depan gawang.
Dengan penyelesaian yang tenang, Martinez berhasil menggetarkan gawang PSIM dan membawa Persijap unggul 1-0.
Gol tersebut memberikan momentum bagi tim tamu sekaligus memaksa PSIM untuk meningkatkan intensitas serangan mereka.
Respon Cepat PSIM Melalui Emmanuel Vidal
Tertinggal satu gol tidak membuat PSIM kehilangan kendali permainan.
Tim tuan rumah justru tampil lebih agresif dalam membangun serangan dari lini tengah dan sayap.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-16.
Penyerang PSIM, Emmanuel Vidal, berhasil mencetak gol penyeimbang setelah menerima umpan dari Rafinha Abiyoso.
Kerja sama keduanya memperlihatkan koordinasi yang baik dalam membongkar pertahanan Persijap.
Vidal yang berada di posisi ideal mampu memanfaatkan peluang tersebut dengan penyelesaian akurat.
Gol itu membuat skor berubah menjadi 1-1 dan menghidupkan kembali atmosfer pertandingan.
Peluang dari Bola Mati
Setelah skor kembali imbang, intensitas permainan semakin meningkat.
Kedua tim saling bergantian menekan dan mencoba menciptakan peluang berbahaya.
Pada menit ke-36, PSIM memperoleh kesempatan melalui tendangan bebas. Eksekusi dilakukan oleh gelandang asal Portugal, Ze Valente.
Tendangan Valente mengarah tepat ke gawang, tetapi kekuatan bola tidak cukup menyulitkan penjaga gawang Persijap, Adriansyah.
Kiper tersebut mampu menangkap bola tanpa kesulitan berarti.
Meski gagal berbuah gol, peluang tersebut menjadi sinyal bahwa PSIM mulai meningkatkan tekanan terhadap pertahanan lawan.
Gol Backheel yang Mengubah Momentum
Hanya berselang satu menit setelah peluang tersebut, PSIM akhirnya berhasil membalikkan keadaan.
Serangan kembali dimulai dari sisi kiri melalui aksi Rafinha Abiyoso. Pemain sayap tersebut menunjukkan kecepatan dan kemampuan dribel yang membuat pertahanan Persijap kesulitan mengantisipasi.
Setelah berhasil menembus area sayap, Abiyoso melepaskan umpan silang ke depan gawang. Bola sempat menimbulkan kemelut di kotak penalti sebelum akhirnya jatuh di kaki Ze Valente.
Tanpa perlu mengontrol bola terlalu lama, Valente mengambil keputusan cepat.
Ia menyentuh bola menggunakan tumit atau teknik backheel yang tidak terduga.
Sentuhan tersebut mengecoh Adriansyah yang tidak mampu mengantisipasi arah bola.
Gol kreatif itu membawa PSIM berbalik unggul 2-1.
Gangguan Lampu Stadion Hentikan Laga
Ketika pertandingan memasuki fase yang semakin intens, situasi tak terduga terjadi.
Lampu stadion tiba-tiba padam sehingga pertandingan harus dihentikan sementara.
Wasit pertandingan, Rohaendii N, memutuskan untuk menghentikan laga hingga sistem penerangan kembali normal.
Gangguan tersebut membuat pertandingan sempat terhenti beberapa saat. Para pemain dari kedua tim kemudian kembali ke lapangan setelah lampu stadion dinyalakan kembali.
Sebelum pertandingan dilanjutkan, para pemain terlihat melakukan pemanasan ulang untuk menjaga kondisi fisik mereka.
Laga kemudian dimulai kembali dari menit ke-38.
Tekanan PSIM Berlanjut
Setelah pertandingan kembali dilanjutkan, PSIM tidak mengendurkan tekanan.
Tim tuan rumah terus mencoba menambah gol untuk memperlebar keunggulan.
Pada menit ke-38, Rafinha Abiyoso kembali menunjukkan perannya dalam serangan PSIM. Ia berhasil melewati pemain bertahan Persijap di sisi kiri lapangan.
Abiyoso kemudian mengirimkan umpan silang ke depan gawang yang kembali menciptakan kemelut di kotak penalti.
Bola sempat memantul sebelum akhirnya disambar oleh Ze Valente dengan tendangan melengkung yang mengarah ke gawang.
Meski peluang tersebut hampir menghasilkan gol tambahan, kiper Persijap masih mampu mengantisipasi situasi tersebut.
Laga Terbuka dengan Tempo Tinggi
Pertandingan antara PSIM dan Persijap menjadi salah satu laga yang memperlihatkan duel terbuka dengan intensitas tinggi.
Kedua tim tidak hanya fokus bertahan, tetapi juga aktif membangun serangan.
Hal ini membuat pertandingan berlangsung menarik bagi para penonton.
PSIM terlihat lebih dominan dalam penguasaan bola setelah berhasil membalikkan keadaan.
Sementara Persijap tetap mencoba mencari celah melalui serangan balik cepat.
Situasi tersebut membuat pertandingan berjalan dinamis dengan peluang yang terus tercipta di kedua sisi lapangan.
Peran Penting Rafinha Abiyoso
Salah satu pemain yang tampil menonjol dalam pertandingan ini adalah Rafinha Abiyoso.
Pemain sayap PSIM tersebut terlibat langsung dalam dua momen penting yang menghasilkan gol bagi timnya.
Umpan yang ia berikan kepada Emmanuel Vidal menghasilkan gol penyama kedudukan. Selain itu, pergerakannya di sisi kiri juga menjadi awal dari proses gol kedua yang dicetak oleh Ze Valente.
Kecepatan dan kreativitas Abiyoso membuat lini pertahanan Persijap harus bekerja ekstra untuk menghentikan serangannya.
Kreativitas Ze Valente Jadi Pembeda
Gol backheel yang dicetak Ze Valente menjadi salah satu momen paling menarik dalam pertandingan ini.
Selain menunjukkan kemampuan teknik yang tinggi, gol tersebut juga mencerminkan kecerdikan pemain dalam memanfaatkan situasi di depan gawang.
Sebagai gelandang, Valente tidak hanya bertugas mengatur permainan di lini tengah, tetapi juga mampu memberikan kontribusi langsung dalam mencetak gol.
Performa tersebut menjadikannya salah satu pemain kunci dalam pertandingan.
Momentum Penting bagi PSIM
Keunggulan 2-1 memberikan keuntungan penting bagi PSIM dalam pertandingan ini.
Bermain di hadapan pendukung sendiri memberikan motivasi tambahan bagi para pemain untuk mempertahankan keunggulan.
Namun pertandingan masih menyisakan waktu yang cukup panjang sehingga konsistensi permainan tetap menjadi faktor penting.
Persijap masih memiliki peluang untuk mengejar ketertinggalan jika mampu memanfaatkan kesempatan dengan back.
Laga antara PSIM Yogyakarta dan Persijap Jepara menghadirkan pertandingan yang penuh dinamika.
Persijap sempat unggul lebih dulu melalui Bruno Martinez sebelum PSIM bangkit lewat gol Emmanuel Vidal.
Momentum pertandingan berubah setelah Ze Valente mencetak gol spektakuler menggunakan teknik backheel yang membawa PSIM berbalik unggul 2-1.
Pertandingan juga sempat terhenti akibat gangguan lampu stadion, namun setelah dilanjutkan kembali PSIM tetap menunjukkan dominasi permainan.
Dengan tempo pertandingan yang tinggi dan sejumlah peluang yang tercipta, duel ini menjadi salah satu laga yang memperlihatkan kualitas serta determinasi kedua tim dalam persaingan kompetisi musim ini.
Editor : Mahendra Aditya