RADAR PATI - Kemenangan telak 5-1 yang diraih Borneo FC Samarinda atas Persebaya Surabaya membuat persaingan papan atas BRI Super League semakin panas.
Tambahan tiga poin membawa Pesut Etam naik ke posisi kedua klasemen dan menyalip Persija Jakarta.
Saat ini Borneo FC telah mengoleksi 53 poin dari 24 pertandingan, hanya terpaut satu poin dari pemuncak klasemen Persib Bandung yang mengumpulkan 54 poin dari 23 laga.
Situasi ini membuat perebutan posisi puncak semakin terbuka karena Borneo masih memiliki peluang mengambil alih posisi pertama.
Persija Jakarta kini turun ke posisi ketiga dengan 51 poin dari 24 pertandingan.
Sementara itu, kemenangan dramatis yang diraih Malut United FC pada pekan yang sama membuat mereka bertahan di posisi keempat dengan 45 poin dari 25 laga.
Di bawahnya terdapat Persita Tangerang di peringkat kelima dengan 41 poin.
Disusul Persebaya Surabaya yang berada di posisi keenam dengan 39 poin setelah kekalahan telak dari Borneo.
Posisi ketujuh ditempati Bhayangkara FC yang mengoleksi 38 poin dari 24 pertandingan.
Persaingan papan atas musim ini terlihat sangat ketat, terutama pada tiga besar klasemen.
Persib Bandung memang masih memimpin, namun mereka baru memainkan 23 pertandingan, satu laga lebih sedikit dibanding Borneo FC dan Persija.
Hal ini membuat tekanan terhadap Persib semakin besar karena kedua pesaingnya berada sangat dekat dalam perolehan poin.
Borneo FC menjadi tim dengan momentum paling kuat di papan atas.
Selain memiliki lini serang produktif dengan 47 gol, kemenangan besar atas Persebaya juga meningkatkan kepercayaan diri tim.
Jika konsisten dalam beberapa laga ke depan, peluang Borneo untuk mengambil alih puncak klasemen sangat terbuka.
Persija Jakarta masih menjadi pesaing serius dalam perebutan gelar.
Dengan selisih hanya dua poin dari Borneo dan tiga poin dari Persib, tim ibu kota tetap berada dalam jalur perebutan juara.
Di luar tiga besar, Malut United menjadi kejutan musim ini.
Dengan 51 gol, mereka menjadi tim paling produktif di antara tujuh besar.
Namun jumlah pertandingan yang sudah mencapai 25 membuat ruang mereka untuk mengejar papan atas sedikit lebih sempit.
Sementara itu, Persita Tangerang masih berusaha menjaga posisi di papan tengah atas.
Selisih empat poin dari Malut United membuat peluang mereka menembus empat besar masih terbuka.
Persebaya yang berada di posisi keenam justru mulai menghadapi tekanan.
Kekalahan telak dari Borneo membuat posisi Bajul Ijo rawan disalip oleh Bhayangkara FC yang hanya terpaut satu poin di bawahnya.
Dengan selisih poin yang relatif tipis di tujuh besar, persaingan menuju akhir musim dipastikan akan semakin sengit.
Setiap pertandingan berpotensi mengubah peta klasemen secara signifikan dalam beberapa pekan mendatang.
Editor : Abdul Rochim