JEPARA - Persijap Jepara terus mematangkan persiapan jelang laga pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 melawan Persis Solo.
Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini, Kamis (5/3/2026) pukul 20.30 WIB itu dinilai menjadi duel krusial bagi Laskar Kalinyamat dalam upaya menjauh dari ancaman degradasi.
Keseriusan tim terlihat dari agenda latihan yang digelar pelatih kepala Mario Lemos.
Setelah memberi waktu istirahat satu hari kepada para pemain, Lemos langsung mengumpulkan skuadnya untuk menjalani sesi latihan intensif pada Senin (2/3/2026) malam di Stadion Gelora Bumi Kartini.
Latihan tersebut difokuskan pada evaluasi menyeluruh terhadap performa tim dalam beberapa laga terakhir.
Berbagai aspek permainan dibedah, mulai dari organisasi pertahanan, transisi permainan, hingga efektivitas penyelesaian peluang di lini depan.
Melalui evaluasi ini, pelatih ingin memastikan tim tampil lebih solid saat menghadapi Persis Solo.
Manajer Persijap, Egat Sacawijaya, mengatakan kondisi mental pemain saat ini jauh lebih baik setelah tim berhasil mencuri satu poin saat bertandang ke markas Bali United.
Hasil imbang tersebut dinilai memberikan dorongan moral penting bagi skuad.
“Hasil di Bali memberi dampak positif bagi mental pemain. Mereka menjadi lebih percaya diri dan juga semakin paham apa yang harus diperbaiki dalam latihan,” kata Egat.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa posisi Persijap belum sepenuhnya aman. Persaingan di papan bawah klasemen masih sangat ketat sehingga tim tidak boleh lengah.
Menurutnya, jadwal kompetisi yang padat menuntut seluruh pemain untuk tetap fokus dan menjaga konsistensi performa di setiap pertandingan.
“Kita memang sudah keluar dari zona merah, tetapi situasinya belum benar-benar aman. Karena itu semua harus tetap fokus dan tidak cepat merasa puas,” tegasnya.
Pertandingan melawan Persis Solo juga diprediksi berlangsung panas. Selain karena rivalitas dua tim asal Jawa Tengah, laga ini memiliki arti penting bagi kedua tim yang sama-sama berjuang memperbaiki posisi di klasemen.
Bermain di kandang sendiri menjadi keuntungan bagi Persijap. Dukungan suporter di Stadion Gelora Bumi Kartini diharapkan mampu memberi energi tambahan bagi para pemain.
Apalagi pada putaran kedua musim ini Persijap memiliki catatan positif di kandang dengan tiga kemenangan beruntun. Atmosfer dari tribun diyakini bisa membantu menjaga momentum tersebut.
Dengan kepercayaan diri yang mulai kembali tumbuh serta persiapan yang terus dimatangkan, Persijap memandang laga melawan Persis Solo sebagai kesempatan penting untuk memperkuat posisi di klasemen sekaligus menjauh dari bayang-bayang degradasi.
Bagi Laskar Kalinyamat, pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga ujian mental dan konsistensi untuk membuktikan bahwa mereka layak bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Editor : Abdul Rochim