SURABAYA - Posisi Persebaya Surabaya di tabel sementara kian goyah setelah tumbang dari Persijap Jepara.
Hasil negatif itu membuat tim berjuluk Green Force berada dalam tekanan besar dan terancam kehilangan tempat di lima besar.
Pada pekan ke-22 Super League musim 2025/2026 yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (21/2/2026), Persebaya harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 1-3.
Laga berjalan sengit sejak menit awal hingga tambahan waktu babak kedua.
Kekalahan tersebut membuat Persebaya tertahan di peringkat kelima dengan koleksi 35 poin.
Mereka gagal memangkas selisih angka dari Malut United yang telah mengantongi 41 poin di atasnya.
Situasi makin tidak nyaman karena Persita Tangerang menguntit di posisi keenam dengan jumlah poin identik.
Jika Persita meraih kemenangan pada pekan yang sama, posisi Persebaya otomatis akan tergeser.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persebaya mencoba mendominasi permainan.
Peluang pertama hadir lewat sepakan Gustavo Fernandes Henrique Querino pada menit ke-11, namun masih mampu dibendung lini belakang Persijap. Tuan rumah tak tinggal diam.
Mereka membalas melalui Carlos Henrique França Freires yang mengancam gawang Bajul Ijo.
Kebuntuan akhirnya terpecah pada menit ke-31.
Iker Guarrotxena Vallejo memanfaatkan umpan Lucas Morelatto da Cruz dan membawa Persijap unggul 1-0.
Skor tersebut bertahan hingga turun minum meski kedua tim saling bertukar serangan.
Memasuki babak kedua, Persebaya melakukan perubahan untuk meningkatkan daya gedor.
Tekanan sempat meningkat, tetapi justru Persijap yang kembali mencetak gol pada menit ke-70 melalui Alexis Nahuel Gómez usai menerima assist Borja Herrera Gonzalez.
Kedudukan berubah menjadi 2-0 dan membuat tim tamu berada dalam situasi sulit.
Harapan sempat muncul ketika Bruno Moreira Soares sukses mengeksekusi penalti pada menit 90+3 dan memperkecil selisih menjadi 2-1.
Namun, di ujung laga, Iker Guarrotxena kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit 90+11 setelah menerima umpan Alexis Gómez.
Skor 3-1 pun memastikan Persebaya pulang tanpa poin.
Kondisi semakin berat karena Persebaya tampil tanpa dua penyerang utama, Mihailo Perovic dan Bruno Paraiba.
Absennya kedua pemain tersebut terlihat jelas dalam penyelesaian akhir yang kurang tajam.
Dengan persaingan papan atas yang semakin ketat, setiap pertandingan kini bernilai krusial.
Persebaya wajib segera berbenah agar tak terus melorot.
Jika gagal bangkit pada laga berikutnya, ancaman digeser Persita bukan lagi sekadar kemungkinan, melainkan kenyataan yang sulit dihindari.
Editor : Abdul Rochim