JEPARA - Persijap Jepara sukses mengamankan kemenangan krusial 3-1 atas Persebaya Surabaya dalam laga penuh drama yang diwarnai sejumlah keputusan VAR.
Tambahan tiga poin ini bukan hanya penting secara hasil, tetapi juga mengangkat Persijap keluar dari zona degradasi klasemen sementara Liga Super.
Di pengujung babak pertama, tepatnya menit ke-48, Persebaya memperoleh sepak pojok yang dieksekusi Rivera.
Namun peluang tersebut mampu dipatahkan barisan pertahanan tuan rumah.
Persijap kemudian membuka keunggulan melalui skema serangan cepat.
Lucas Morelatto melakukan dribel sprint sebelum mengalirkan bola kepada Iker Guarrotxena.
Iker lalu mengirim umpan ke Borja Herrera yang sepakannya membentur pemain Persebaya dan berbelok masuk ke gawang. Persijap unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persebaya tampil lebih agresif.
Tertinggal satu gol membuat tim tamu meningkatkan intensitas serangan, namun pertahanan Persijap tetap solid.
Pada menit ke-48 babak kedua, Borja Herrera kembali mengancam lewat tembakan jarak jauh, tetapi bola melebar.
Dua menit berselang, umpan Rivera ke kotak penalti mengenai Diogo Brito.
Wasit Supriyanto sempat menunjuk titik putih karena menilai terjadi handball.
Namun setelah mengecek VAR, keputusan itu dibatalkan karena bola dinilai mengenai perut, bukan tangan.
Dalam 15 menit awal babak kedua, Persijap berada dalam tekanan.
Namun justru tuan rumah yang mampu menambah keunggulan.
Alexis Gomes yang masuk sebagai pemain pengganti sukses mencetak gol usai menusuk dari sisi kiri dan menuntaskan peluang dengan tenang. Skor berubah menjadi 2-0.
Persebaya kemudian harus bermain dengan 10 orang setelah Rahmat Irianto diganjar kartu merah akibat mengayunkan tangan ke wajah pemain Persijap.
Meski kalah jumlah pemain, Persebaya tetap menekan.
Pada menit ke-91, wasit kembali menunjuk titik penalti usai meninjau VAR dan menilai Gali Freitas diinjak pemain Persijap di kotak terlarang.
Bruno Moreira yang menjadi algojo berhasil menaklukkan kiper Persijap, Sandry. Skor berubah menjadi 2-1 di masa tambahan waktu 11 menit.
Drama belum berakhir.
Pada menit ke-100, Alexis Gomes kembali berperan penting dengan mengirim umpan matang yang disambut sontekan tipis Iker Guarrotxena.
Gol tersebut memastikan kemenangan Persijap menjadi 3-1 hingga peluit panjang dibunyikan.
Dampak Klasemen
Kemenangan ini berdampak langsung pada persaingan papan bawah.
Persijap yang sebelumnya mengoleksi 15 poin kini naik menjadi 18 poin.
Gol bertambah dari 17 menjadi 20 dan kebobolan dari 38 menjadi 39, sehingga selisih gol membaik dari -21 menjadi -19.
Di sisi lain, PSBS Biak hanya bermain imbang sehingga poin mereka naik menjadi 18 dengan selisih gol tetap -21.
Klasemen sementara zona bawah:
- 15. Persijap – 18 poin (-19)
- 16. PSBS Biak – 18 poin (-21)
- 17. Semen Padang FC – 16 poin (-18)
- 18. Persis Solo – 12 poin (-20)
Persijap resmi keluar dari zona degradasi karena unggul selisih gol atas PSBS Biak meski memiliki poin yang sama.
Kemenangan 3-1 ini bukan hanya penting secara matematis.
Tetapi juga menjadi suntikan moral besar bagi Persijap dalam perjuangan bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional.
Sistem Gol Memasukkan
Namun sepertinya, sistem liga mengutamakan gol memasukkan dalam hitungan ini.
Jadi hitungannya PSBS Biak akan tetap menempati posisi 15.
sedangkan Persijap naik ke posisi 16. Itu artinya kemungkinan besar tetap di zona degradasi.
(*/him)
Editor : Abdul Rochim