GROBOGAN — Banjir merendam area Lapas Purwodadi pada Senin (17/2).
Ketinggian air dilaporkan mencapai lutut orang dewasa dan mengganggu aktivitas di sejumlah titik di dalam kompleks pemasyarakatan tersebut.
Genangan diduga berasal dari luapan Sungai Lusi yang debit airnya meningkat sejak dini hari.
Kondisi diperparah karena posisi lapas berada di dataran yang lebih rendah dibandingkan wilayah sekitarnya.
Sehingga air dari luar dengan cepat masuk dan menggenangi area lapas.
Kepala Lapas Purwodadi, Erik Murdiyanto, bersama jajaran langsung mengambil langkah cepat untuk menangani situasi.
Penanganan difokuskan pada pengamanan aset dan inventaris, penataan area yang terdampak, serta memastikan keamanan tetap terjaga.
“Begitu air mulai masuk, kami segera melakukan langkah antisipasi. Prioritas utama adalah keselamatan, keamanan, dan memastikan pelayanan serta pengamanan tetap berjalan,” ujar Erik.
Selain penanganan internal, pihak lapas juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi, di antaranya TNI, Polri, PLN, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Sinergi tersebut dilakukan untuk mendukung penanganan banjir secara terpadu.
Ini termasuk mengantisipasi gangguan listrik, memantau perkembangan debit air, dan menyiapkan langkah darurat jika kondisi memburuk.
Hingga Senin malam, petugas masih melakukan pemantauan dan penanganan di beberapa titik genangan sembari menunggu air surut.
Pihak lapas memastikan situasi di dalam lingkungan pemasyarakatan tetap aman dan terkendali. (mun)
Editor : Abdul Rochim