SEMARANG – Laga antara PSIS Semarang melawan Persela Lamongan di Stadion Jatidiri, Minggu (15/2), berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal.
Tuan rumah langsung mengambil inisiatif serangan.
PSIS tampil dominan dalam penguasaan bola dan terus menekan lini pertahanan Persela.
Serangan dibangun melalui kombinasi lini tengah serta eksploitasi sektor sayap, membuat tim tamu lebih banyak bertahan di area sendiri.
Namun dominasi tersebut tak berbanding lurus dengan hasil di papan skor.
Petaka datang pada menit ke-14. Bek PSIS, Ibrahim Sanjaya, melakukan kesalahan fatal saat mengantisipasi umpan silang.
Bola yang seharusnya dapat diamankan justru mengarah ke area berbahaya di dalam kotak penalti.
Muhamad Hambali yang berdiri tanpa kawalan langsung memanfaatkan situasi tersebut.
Dengan tenang, ia melepaskan sepakan kaki kiri ke sudut kiri gawang PSIS yang dijaga Londok M.
Bola meluncur deras dan gagal dijangkau. Persela pun unggul 1-0 meski berada dalam tekanan sejak awal laga.
Tertinggal satu gol, PSIS meningkatkan intensitas serangan.
Dukungan suporter yang memadati Stadion Jatidiri terus menggema, memberi energi tambahan bagi skuad Mahesa Jenar.
Sejumlah peluang tercipta melalui tembakan jarak jauh dan situasi bola mati.
Pada babak ke-2, PSIS sempat bersorak ketika berhasil mencetak gol penyama kedudukan lewat skema sepak pojok.
Octavio Dutra sukses menanduk bola hasil umpan dari sisi kiri dan menggetarkan gawang Persela. Skor sempat berubah menjadi 1-1.
Namun, wasit Bangkit Sanjaya menghentikan pertandingan untuk melakukan pengecekan melalui VAR.
Setelah meninjau tayangan ulang, gol tersebut dianulir karena Madilesa dinyatakan berada dalam posisi offside dan dianggap memengaruhi jalannya permainan.
Keputusan itu membuat skor kembali 0-1 untuk keunggulan Persela. Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, kedudukan tetap bertahan 0-1.
PSIS masih harus bekerja keras di babak kedua untuk membalikkan keadaan. (*him)
Editor : Abdul Rochim