Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

MOHON MAAF! Lini Belakang Persiku Kudus Terkendala Gagal Fokus  

Abdul Rochim • Selasa, 6 Januari 2026 | 19:29 WIB

 

HASIL BURUK: Bek Persiku Aldo Claudio (tengah) berduel dengan pemain Barito Putera. (IG BARITO PUTERA)
HASIL BURUK: Bek Persiku Aldo Claudio (tengah) berduel dengan pemain Barito Putera. (IG BARITO PUTERA)

 

KUDUS- Persiku kembali menelan kekalahan beruntun saat menghadapi Barito Putera, Senin (5/1).

Kekalahan ini diklaim karena wasit memimpin jalannya pertandingan dianggap tak adil tim Persiku.

Dengan kekalahan tersebut Persiku tidak beranjak dari posisi delapan.

Macan Muria mengoleksi poin delapan sama dengan PSIS Semarang.

Poin persiku dimungkinkan akan disalip oleh PSIS Semarang.

Pelatih Persiku Bambang Pujo Sumantri menyatakan, saat berjumpa Barito Putera dia mengenakan strategi khusus.

Dia memasang lima pemain bertahan di belakang.

”Biasanya kami main dengan empat bek. Karena ini lawan Barito kami pasang lima bek,” katanya.

Bambang menambahkan, strategi tersebut tidak berjalan maksimal.

Lantaran dipengaruhi oleh keputusan-keputasan wasit yang merugikan Persiku.

Akibat keputusan wasit yang kurang tegas tersebut, membuat para pemain Macan Muria kurang fokus.

Alhasil tuan rumah Barito Putera mampu mencuri gol lebih dulu dari Persiku.

”Wasit memberikan keputusan tidak wajar. Contohnya tidak ada cek VAR, ketika baru tim Barito unggul wasit mengecek VAR,” katanya.

Dari proses gol yang terjadi Persiku ada keselahan pada pertahanan Persiku.

Rizky Pora berhasil menceploskan bola dengan mudah tanpa pengawalan.

Gelandang bertahan Persiku kurang mengantisipasi bola pantulan tersebut.

Akibatnya tuan rumah berhasil mencetak gol lebih mudah.

Sejauh pertandingan tersebut, Persiku kurang bergairah dalam melancarkan serangan.

Macan Muria hanya mengandalkan serangan balik cepat. Akan tetapi serangan balik tersebut mudah dipatahkan.

Persiku hanya bertumpu pada striker mereka Igor Costa dalam membangun serangan.

Pergerakan Igor juga tidak bisa leluasa dan dijaga ketat oleh pemain lawan.

Permasalahan ini harus segera dipecahkan oleh tim pelatih. Karena taktikal Persiku mudah terbaca oleh lawan.

Persiku membutuhkan opsi ketika buntu mencetak gol.

Sementara itu, pemain Persiku Ferry menanggapi laga tersebut, timnya sudah sama-sama berjuang hingga menit akhir.

Namun keputusan wasit sangat merugikan.

Dia mengakui, tim Barito unggul di atas kertas dari Persiku. Barito banyak dihuni pemain ternama dan berpengalaman.

”Tentang wasit terlambat membuat keputusan. Itu membuat waktu pertandingan terulur lebih banyak,” ungkapnya. (gal/him)

Editor : Abdul Rochim
#persiku kudus #psis semarang #barito putera #cek VAR