KUDUS – Persiku Kudus selangkah lagi menambah kekuatan.
Dua pemain asing yang diproyeksikan mengisi sektor vital tim kini sudah berada di Kudus.
Keduanya berperan sebagai motor serangan dan benteng pertahanan.
Nama pertama yang lebih dulu menginjakkan kaki di Kota Kretek adalah Caique Souza.
Gelandang asal Brasil tersebut bahkan sempat menyaksikan langsung pertandingan Persiku kontra Deltras FC di Stadion Wergu Wetan.
Laga yang berakhir dengan kekalahan Persiku 2-4.
Tak menunggu lama, Caique langsung bergabung dalam sesi latihan.
Ia tampak menyatu dengan skuad dan mengikuti seluruh arahan tim pelatih dengan intensitas tinggi.
Berdasarkan catatan statistik, Caique Souza pernah satu tim dengan Igor Costa, striker andalan Persiku saat ini.
Nilai pasarnya berada di kisaran Rp 1,74 miliar, dengan klub terakhir yang ia bela adalah SK Victoria Wanderers FC.
Di Liga Gozo, Caique tampil cukup produktif.
Dari enam pertandingan yang dimainkan, ia mencatatkan total 536 menit bermain dan sukses mencetak empat gol.
Karakter permainannya yang agresif dan ofensif diharapkan mampu menghidupkan kreativitas serangan Persiku.
Ini sekaligus membangun kembali chemistry bersama Igor Costa demi menjauhkan tim dari papan bawah.
Selain Caique, Persiku juga kedatangan Jaime Xavier yang diplot sebagai palang pintu.
Kedatangan Jaime sempat lebih dulu diketahui publik lewat video perjalanannya menuju Kudus yang beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, Jaime menyapa suporter Persiku dan menyampaikan antusiasmenya.
Sambutan positif pun mengalir dari para pendukung Macan Muria.
Sementara itu, Jaime Xavier datang dengan segudang jam terbang di sepak bola nasional.
Bek berusia 35 tahun tersebut pernah memperkuat sejumlah klub Liga 1 seperti Persija Jakarta, Madura United, Persis Solo, hingga PSBS Biak.
Nilai pasarnya saat ini tercatat sekitar Rp 869 juta.
Selama berkiprah di Liga 1, Jaime telah mencatatkan 166 penampilan, mencetak 13 gol, menyumbang lima assist, dan mengoleksi total 13.756 menit bermain.
Pengalaman panjang tersebut diharapkan menjadi kunci untuk memperkokoh lini belakang Persiku Kudus di sisa kompetisi. gal/him
Editor : Abdul Rochim