JEPARA – Persijap Jepara kembali gagal mengamankan kemenangan di kandang sendiri.
Menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Selasa (23/12) malam, skuad Laskar Kalinyamat harus rela berbagi angka setelah laga berakhir imbang 1-1.
Pertandingan berlangsung tanpa kehadiran suporter tuan rumah. Persijap menjalani laga ini dengan status sanksi, menyusul insiden anarkisme pada pertandingan sebelumnya.
Meski demikian, duel tetap berjalan sengit hingga detik-detik terakhir.
Pada paruh pertama, kedua tim cenderung bermain aman. Persijap dan PSIM sama-sama mengandalkan serangan balik cepat sambil menjaga kedalaman lini pertahanan.
Peluang awal Persijap muncul lewat Sudi Abdallah pada menit ke-10, namun penyelesaiannya belum membahayakan gawang PSIM.
Sudi kembali menjadi momok bagi lini belakang PSIM.
Dua gol yang sempat dicetaknya pada menit ke-28 dan jelang turun minum terpaksa dianulir wasit karena posisi offside. Hingga jeda, skor tetap 0-0.
Memasuki babak kedua, Persijap meningkatkan intensitas permainan. Tekanan tersebut membuahkan hasil pada menit ke-50.
Adzikry Fadlillah sukses memecah kebuntuan setelah menerima assist Alexis Gomez dan menuntaskannya dengan sepakan keras kaki kanan.
Unggul satu gol, Persijap sempat mengontrol permainan. Namun PSIM perlahan bangkit dan menaikkan tempo serangan.
Ze Valente beberapa kali mencoba membongkar pertahanan tuan rumah, meski belum membuahkan hasil.
Tekanan tanpa henti PSIM akhirnya berbuah manis di masa injury time.
Pada menit ke-90+5, Riyatno Abiyoso lolos dari kawalan dan melepaskan tendangan kaki kiri yang tak mampu dijangkau kiper Persijap. Gol tersebut memaksa laga berakhir imbang 1-1.
Hasil ini membuat Persijap kembali gagal memetik poin penuh di Jepara. Keberuntungan seolah belum berpihak kepada tim kebanggaan Kota Ukir tersebut.
Pelatih Persijap, Divaldo Da Silva, tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap performa anak asuhnya. Ia menilai para pemain menunjukkan perubahan sikap yang signifikan, terutama dari sisi mental dan keberanian dalam duel.
Menurut Divaldo, peluang Persijap sejatinya cukup banyak, termasuk situasi satu lawan satu dan tembakan jarak jauh. Namun ketajaman di lini depan masih perlu dibenahi.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan waktu dan pengambilan keputusan di menit-menit krusial.
Meski hanya meraih satu poin, Divaldo melihat adanya progres positif, mengingat waktu persiapan yang sangat terbatas sejak dirinya bergabung.
Sementara itu, Adzikry Fadlillah mengaku senang bisa mencetak gol pertamanya musim ini, meski hasil akhir belum sesuai harapan. Ia memastikan seluruh pemain akan segera mengalihkan fokus ke laga berikutnya.
Dari kubu PSIM, pelatih Jean-Paul van Gastel menilai hasil imbang ini patut disyukuri.
Ia menyebut atmosfer stadion tanpa penonton turut memengaruhi dinamika pertandingan, namun tetap mengapresiasi kerja keras timnya.
Pencetak gol PSIM, Riyatno Abiyoso, menyebut satu poin dari Jepara sebagai hasil maksimal. Ia juga menyoroti kondisi lapangan GBK yang dinilainya kurang rata dan cukup menyulitkan aliran bola.
Selanjutnya, Persijap Jepara dijadwalkan melakoni laga tandang ke markas Persebaya pada Minggu (28/12), dengan kick off pukul 15.30. (*)
Editor : Abdul Rochim